Salah satu pedagang bawang merah di Pasar Kasin Suwarni mengatakan, kenaikan harga terjadi sejak sepekan lalu. Hal itu membuatnya tidak berani kulakan dalam jumlah besar seperti sebelumnya. “Harga bawang merah naik turun itu sudah biasa. Tapi kenaikan harga yang sekarang ini tidak biasa. Biasanya tidak setinggi ini kenaikannya,” ujar perempuan 58 tahun itu.
Sejak harganya meningkat dua kali lipat, Suwarni mengatakan pembelinya mengurangi jumlah belanja. “Jika biasanya beli satu kilogram, sekarang cuma beli satu ons. Makanya saya tidak berani stok banyakbanyak. Takut busuk,” kata Suwarni.
Tak hanya bawang merah, ayam potong juga mengalami kenaikan harga. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pedagang ayam potong di Pasar Kasin Faizatul Islamiyah. “Naik menjadi Rp 37 ribu per kilogram. Padahal sepekan yang lalu Rp 30 ribu per kilogram,” kata Faiz.
Ia menambahkan, kenaikan harga itu disinyalir karena mendekati Hari Raya Idul Adha. “Memang biasanya yang naik kalau mendekati Hari Raya Idul Adha ya daging ayam,” kata Faiz.
Menanggapi kenaikan bawang merah dan ayam potong, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko memaklumi. “Karena ekonomi kita kan mulai menggeliat. Jadi wajar harga naik turun,” ujarnya kemarin (7/7).
Sofyan Edi mengatakan, semua pihak bergerak mengendalikan harga agar stabil. Di sisi lain, dia mengajak masyarakat menerapkan urban farming atau praktik budi daya, pemrosesan, dan distribusi bahan pangan di sekitar kota. “Jadi, masyarakat menanam kebutuhan dapurnya di sekitar rumah. Agar jika ada kenaikan seperti saat ini, masyarakat tidak begitu berdampak,” tuturnya. (mit/dan) Editor : Mardi Sampurno