Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi mengungkapkan penyebab padamnya puluhan PJU Tunggulmas.
”Padamnya PJU disebabkan adanya induksi SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) antara 70 KV (kilo volt) hingga 150 KV,” ujar Diah, kemarin.
Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu menambahkan, adanya menara SUTT (biasa disebut sutet) di sekitar jembatan berpengaruh terhadap aliran listrik PJU. Daya listrik PJU yang terbilang kecil tak bisa mengimbangi besarnya daya aliran yang dikeluarkan SUTT.
Opsi untuk mengatur ulang PJU bakal dilakukan DPUPRPKP dalam waktu dekat, terutama tinggi PJU bakal disesuaikan lagi agar tidak terpengaruh aliran listrik SUTT. Untuk penggantian PJU, DPUPRPKP menyerahkan sepenuhnya ke kontraktor pembangun jembatan, Yakni PT Wasis Karya Nugraha.
Hal itu karena jembatan masih mendapat pemeliharaan atau garansi selama enam bulan dari selesai masa pengerjaan pada Februari lalu. ”Tapi tidak hanya menata ulang, nanti kami cari solusi terbaik agar ke depan PJU tidak padam,” tutur Diah.
Tak hanya meminta pihak kontraktor mengganti PJU, Diah juga meminta rekomendasi dari PLN UP3 Malang. Rekomendasi itu bisa berupa pengaturan ulang daya listrik PJU. Namun untuk rekomendasi ini, Diah masih perlu meninjau lapangan lagi dalam waktu dekat. “Kami jadwalkan dulu dengan PLN, kapan bisanya,” imbuh Diah.
Di tempat lain, Manager PLN UP3 Malang M. Farqi Faris mengaku sudah mendapat informasi untuk meninjau PJU di Jembatan Tunggulmas. Terkait kapan pelaksanaannya, pihaknya masih mencocokkan jadwal dengan DPURPKP. “Saat survei di sana, kami lakukan dulu mitigasi penyebabnya. Baru kami ambil kesimpulan dan saran,” terangnya.
Menurut dia, adanya menara SUTT di sekitar jembatan menjadi salah satu tantangan bagi Pemkot Malang. Daya aliran listrik di sana didominasi dari menara SUTT. Untuk itu, PLN perlu memetakan terlebih dahulu tata ulang seperti apa yang pas agar PJU tidak padam. (adn/dan) Editor : Mardi Sampurno