Kegiatan yang diselenggarakan Perkumpulan Darmaputri ini telah diawali di bulan April 2021 dengan beberapa acara. Di antaranya pembuatan jingle, maskot, kegiatan rohani, ekaristis, pendalaman Tota Christi Per Mariam.
Selain itu juga ada lomba untuk TK, SD, SMP, SMA, dalam kegiatan Sasek Sabu (Satu Sekolah Satu Buku) yang diikuti oleh seluruh civitas sekolah masingmasing. Lomba yang diselenggarakan ini berkaitan dengan kearifan lokal yang menjunjung nilai-nilai karakter unggul, kasih, dan bermartabat.
Ketua Perkumpulan Darmaputri, Sr M Theresella Karti SPM MPd mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 54 sekolah seIndonesia di bawah naungan Darmaputri. Walaupun diikuti melalui live streaming, masingmasing sekolah dapat mengikuti rangkaian acara dengan sangat antusias. Terlihat ada sebanyak 8 hingga sebelas karya yang diikutkan.
"Rangkaian acara ini kami selenggarakan secara virtual semua. Kalau puncak rangkaian kegiatan Jubelium Agung pada 29 Juli 2022 nanti di Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria, Surabaya itu. Dengan misa diikuti oleh 54 sekolah," jelasnya.
Dengan adanya kegiatan ini Suster Theresella berharap agar tetap mengobarkan semangat Tota Christi Per Mariam. Artinya seutuhnya menjadi milik Kristus dengan perantaraan Maria. Pihaknya juga akan terus untuk mencerdaskan bangsa lewat pendidikan karakter yang unggul, kasih dan bermartabat. "Inilah ciri khas kami," kata dia.
Ketua Umum Jubileum 200 Tahun Kongregasi Suster SPM, Stephanus Lukito Cahyo Purnomo, SPd MPd menuturkan bahwa acara ini untuk mengenang 200 tahun para suster SPM. Dia mengungkapkan bahwa pada suster Perawan Maria tersebut bergerak di bidang kerohanian dan bidang pendidikan.
"Jadi ini bentuk rasa syukur kami pada biarawati SPM yang sudah berumur 200 tahun berkarya di dunia, pusatnya ada di Amersfoort. Kemudian mereka melakukan pelayanan sampai ke Indonesia," ujarnya.
Pelayanan itu dilakukan oleh para suster Perawan Maria yang dimulai pada tahun 11 Oktober 1926. Di mana ada tujuh suster SPM dari Amesfoort, Belanda datang ke Indonesia jadi pionir untuk memulai berkarya di Probolinggo, Jawa Timur dipimpin oleh Moeder Oda Van Der Post.
Di era sekarang, karya pendidikan dan pembinaan kaum muda tetap menjadi perhatian. Hingga saat ini hadir juga rumah pembinaan RP St Julie Billiart di Lawang, Credit Union, klinik maupun apotek, serta tempat penitipan anak. SPM Provinsi Indonesia terus berkembang dan saat ini memiliki 33 komunitas di Indonesia di 8 keuskupan dan 1 di Filipina. (rof/abm) Editor : Mardi Sampurno