Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang sempat kesulitan dalam pemberian vaksin dosis tiga kepada penyandang disabilitas. Ini karena stok vaksin Sinopharm sedang kosong, sehingga mereka tidak bisa mendapatkan vaksin booster.
Untuk diketahui, vaksin Covid-19 jenis sinopharm merupakan satu-satunya jenis yang diberikan kepada penyandang disabilitas. Salah satu pertimbangannya, vaksin sinopharm minim risiko Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)
“Waktu itu, kami sudah usulkan stoknya, tapi ternyata di pemerintah pusat tidak ada. Yang melimpah justru vaksin Sinovac. Alhamdulillah sekarang sudah ada 1.000 dosis,” ujar Sub Koordinator Sub Substansi Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2P) Dinkes Kota Malang drg Muhammad Zamroni, kemarin.
Terkait pelaksanaannya, dinkes bekerja sama dengan Dinsos-P3AP2KB. Pelaksanaannya berlangsung di lima kantor kecamatan. Yakni Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, Blimbing, serta Sukun.
Pada 2021 lalu, dinkes dan dinsos diminta lebih proaktif dalam memberikan vaksin terhadap disabilitas. “Sementara pelaksanaannya hanya di kantor kecamatan. Nanti, dari dinsos yang akan mengarahkan sasaran,” terang lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Malang tersebut.(mel/dan) Editor : Mardi Sampurno