Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Knalpot Brong, Klaim Tingkatkan Performa dan Banyak Peminat

Mardi Sampurno • Minggu, 7 Agustus 2022 | 16:00 WIB
BONGKAR : Satlantas Polresta Malang Kota meminta pengendara mencopot knalpot brongnya yang menyebabkan polusi suara. (Satlantas Polresta Malang Kota for Radar Malang)
BONGKAR : Satlantas Polresta Malang Kota meminta pengendara mencopot knalpot brongnya yang menyebabkan polusi suara. (Satlantas Polresta Malang Kota for Radar Malang)
SALAH satu alasan mengapa masih banyak motor menggunakan knalpot brong adalah kemudahan dalam membelinya. Banyak penjual atau bengkel yang dengan bebas memajang knalpot modifikasi itu di toko mereka. Di sisi lain, banyaknya penjual itu juga sebagai respons tingginya permintaan. 

Tingginya minat untuk menggunakan knalpot modifikasi itu juga didasari sejumlah alasan. Mulai dari peningkatan performa kendaraan, estetika atau penampilan, serta kepuasan mendengarkan deru suara motor yang gahar. 

Untuk mengetahui alasan yang lebih detail, wartawan koran ini melakukan penelusuran ke bengkel yang menjual dan memasang knalpot modifikasi di kawasan Pasar Comboran. Haeruddin, salah satu penjual knalpot menjelaskan ada beberapa pertimbangan mengapa pengendara ingin mengganti knalpot standar ke knalpot brong. Yang paling dominan memang keinginan untuk meningkatkan performa tarikan kendaraan.

”Kalau digas rasanya jadi beda. Kalau pakai knalpot standar pasti sedikit tertahan. Tapi kalau diganti, pasti lang sung melesat,” jelas pria yang akrab disapa Rudi itu. 

Meski bisa melesat dengan mulus, suara bising yang ditimbulkan memang jadi efek negatif. Hal itu disebabkan knalpot brong tak memiliki decibel (Db) killer. Db killer merupakan satu komponen berbentuk lonjong yang berfungsi untuk meredam suara bising. Sayangnya, komponen itu bisa menjadi menghambat tenaga yang dihasilkan mesin. 

Maka dari itu, bentuk moncong atau ujung knalpot brong selalu terbuka cukup lebar. Berbeda dengan knalpot standar yang bagian ujungnya yang kecil karena terhalang Db killer yang ber ukuran cukup besar. 

Rudi sebenarnya tahu penggunaan knalpot brong dilarang karena mengganggu kenyamanan. Namun mau bagaimana lagi, dia sebagai pedagang hanya bisa menjual dan memasangnya saja. ”Alasan lain untuk memasang knalpot brong ini ya murah, hanya perlu mengeluarkan uang Rp 275 ribu sampai Rp 370 ribu bisa dapat satu set. Mulai dari silencer yang merupakan komponen utama sampai header (pipa knalpot),” jelasnya. 

Rudi juga membeberkan, sebagian pembeli knalpot brong di tempatnya punya pertim bangan lain. Yakni ingin memasang knalpot yang sama bentuknya dengan knalpot produksi luar negeri. Fanatiknya masyarakat terhadap MotoGP jadi alasan beberapa tiruan knalpot dari luar negeri diproduksi produsen bengkel lokal. ”Banyak yang bilang bentuknya persis. Termasuk tulisan merek. Tapi memang suaranya yang tidak bisa disamai,” imbuh Rudi. 

Suara knalpot brong yang melengking bisa saja di-setting untuk halus. Namun menurut Rudi selaku pemilik bengkel, knalpot itu harus dibawa ke pabrik atau bengkel yang memproduksi untuk dibuatkan Db killer. Dia yang hanya sekadar bongkar pasang tak mau ambil risiko terhadap produk jualan. (adn/fat) Editor : Mardi Sampurno
#Motor #knalpot brong #otomotif