Juru Pelihara Museum Mpu Purwa Mimin mengatakan, seluruh benda yang ada di tempat tersebut ditemukan di Kota Malang. Benda itu tersebar di lima kecamatan. “Selain itu, ada delapan koleksi lainnya yang menjadi unggulan kami. Misalnya Brahma Catur Muka, Makara, dan Ganesha Tikus,” ujar Mimin saat ditemui Jumat lalu (5/8).
Brahma Catur Muka merupakan patung yang memiliki empat wajah. Masing-masing wajah menghadap ke penjuru mata angin. Wajah itu digambarkan sebagai sosok Dewa Brahma yang memiliki empat sifat, yakni bijaksana, kasih sayang kuat, menyucikan jiwa manusia, dan menjaga ketenteraman.
Lebih lanjut Mimin mengungkapkan, melandainya kasus Covid-19 berdampak pada naiknya jumlah pengunjung Museum Mpu Purwa. Wisatawan yang datang tidak hanya dari Malang, tapi juga mancanegara. ”Pandemi landai, pengunjung meningkat. Kira-kira peningkatannya 10 persen dibanding sebelumnya. Rata-rata ada sekitar 50- an setiap minggu,” tuturnya.
Jumlah itu belum ditambah dengan rombongan sekolah, mulai dari PAUD hingga universitas di Malang. Sebab, mulai tahun ini disdikbud mewajibkan seluruh siswa dari PAUD hingga SMP untuk mengunjungi Museum Mpu Purwa. Selain bangunan utama sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah. Museum Mpu Purwa juga memiliki bangunan pendukung. Gedung penunjang itu memiliki beberapa fasilitas. Di antaranya perpustakaan, laboratorium, musala, dan ruang karawitan.
“Museum Mpu Purwa dulunya SDN Mojolangu 2 Kota Malang. Karena tidak terpakai, akhirnya diubah menjadi museum. Kami mendapat bantuan dari pusat untuk renovasi tempat ini pada tahun 2014, kemudian diresmikan kembali tahun 2018,” tutup Mimin. (adk/dan) Editor : Mardi Sampurno