Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cari Lokasi Baru untuk Puskesmas Bareng Setelah Tak Direstui Kemen ATR-BPN

Mardi Sampurno • Senin, 8 Agustus 2022 | 00:10 WIB
KURANG MEMADAI: Lokasi Puskesmas Bareng berada di tengah gang sempit sehingga menyulitkan layanan. (Darmono/Radar Malang)
KURANG MEMADAI: Lokasi Puskesmas Bareng berada di tengah gang sempit sehingga menyulitkan layanan. (Darmono/Radar Malang)
MALANG KOTA - Rencana pembangunan gedung Puskesmas Bareng di Jalan Srikaya, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen sepertinya sulit terjadi. Karena lokasi di Jalan Srikaya tidak dapat restu dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang – Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN).

Alasannya mengurangi luasan ruang terbuka hijau (RTH). Padahal pembangunan itu cukup mendesak. Karena lokasi Puskesmas Bareng saat ini tidak layak. Berada di gang sangat sempit. Mobil ambulans saja tidak bisa masuk. Sebagai solusi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang punya opsi untuk memindah pembangunan dengan anggaran Rp 4,8 miliar itu ke lokasi lain. Tidak lagi di Jalan Srikaya daripada bermasalah. Lantas di mana lokasi lain itu? Belum ada kepastian juga.

”Kami koordinasi dengan Bappeda (badan perencanaan pembangunan daerah) dan BKAD (badan keuangan dan aset daerah) juga untuk mencari aset pemkot di kawasan (Kelurahan) Bareng yang bisa dipakai,” kata Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif, kemarin.

Husnul menambahkan untuk anggaran pembangunan Puskesmas Bareng tidak akan digeser saat perubahan anggaran keuangan (PAK) anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022. Hal itu dilakukan jika sudah ada lokasi baru yang siap dijadikan lokasi pembangunan puskesmas. Pihaknya tak gegabah untuk membangun gedung Puskesmas Bareng yang baru. Terpenting bagi dinkes adalah pembangunan puskesmas harus memenuhi syarat rencana detail tata ruang (RDTR). Syarat tersebut juga harus dipenuhi dengan lokasi yang dipilih tidak masuk dalam kawasan RTH.

Jika tetap terbangun, Husnul meng khawatirkan ada risiko pe ngurangan persentase jumlah RTH. Maka dari itu, dia lebih memilih untuk menunda dan mencari lokasi yang baru. ”Sampai kapan, insya Allah secepatnya akan ada kabar lagi,” tutur mantan Direktur RSUD Kota Malang itu.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Opsi Cari Lokasi Baru untuk Puskesmas Bareng Malang Ike Kisnawati menjelaskan untuk gagalnya pembangunan Puskesmas Bareng memang jadi catatan minor untuk Pemkot Malang. Dia menilai pemkot tidak memiliki persiapan secara matang. Apalagi jika melihat lokasi calon Puskesmas Bareng yang masuk dalam RTH.

”Tentu lebih baik dipindah saja, opsi itu lebih kuat dan kejelasan relokasi bisa terjawab,” tutur politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Ike juga ingin pemilihan lokasi baru benar-benar bisa menjadi lokasi yang tepat. Dia mengapresiasi dinkes mau berkoordinasi dengan bappeda dan BKAD untuk mencari opsi lokasi baru. Jika perlu, di mana lokasi terbaru segera dilaporkan kepada DPRD. Hal itu dilakukan supaya DPRD bisa ikut mengecek status lahan yang dipakai. Jika memang tak ada masalah, baru pembangunan puskesmas dapat terlaksana. ”Harapannya segera ada progres terbaru kapan bisa diba ngun,” tandas Ike. (adn/abm) Editor : Mardi Sampurno
#Kemen ATR-BPN #pembangunan #lokasi #anggaran #puskesmas bareng