Penemuan jenazah di sungai yang melewati kawasan padat penduduk itu sejatinya bukan kali pertama. Pada 8 Juli 2022 lalu, jenazah yang tidak membawa identitas ditemukan di lokasi yang sama pada pukul 05.00. Dalam pemeriksaan akhirnya diketahui bahwa korban adalah Mochammad Sobir, warga Muharto Gang 7.
Kemarin, jenazah lelaki berhelm ditemukan pertama kali oleh salah seorang warga yang hendak buang air di kali, sekitar pukul 08.30. Posisi awalnya tertelungkup di sisi utara sungai. ”Pakai helm warna merah muda, memakai jaket parasit hitam, dan celana training warna abu-abu. Ditemukan tanpa identitas,” ujar Kanit Intelkam Polsek Kedungkandang AKP Adi Fajar mewakili Kapolsek Kedungkandang Kompol Agus Siswo Hariadi.
Dalam pemeriksaan, polisi menemukan beberapa bungkus sachet kopi, makanan ringan, dan uang Rp 22 ribu. Barang-barang itu ada di dalam tas punggung yang dikenakan korban. Pagi itu polisi memperkirakan jenazah berusia 60 tahun dan baru meninggal 1 hingga 2 jam sebelumnya.
Di tubuh korban tidak ada luka yang mencurigakan. Tidak ada luka memar yang mungkin terjadi akibat benturan. Kondisi jenazah juga belum membiru. “Tidak ada warga sekitar yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya,” ujar Fajar.
Jenazah akhirnya langsung dibawa ke Unit Forensik RSSA. Pada saat yang sama polisi menyebar tim untuk mencari asal usul korban. Identitas korban akhirnya ditemukan sekitar tengah hari. Dia adalah Sholeh Arif, usia 48 tahun, warga Dusun Krajan, RT 006 / RW 002, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
”Berdasar keterangan Kasi Pelayanan Desa Bunut Wetan, korban sudah meninggalkan rumah beberapa hari lalu,” terang Kapolsek Pakis AKP Mohammad Lutfi. Sholeh pergi menggunakan sepeda angin menuju Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Pada Rabu lalu (24/8) lalu, dia terlihat di kawasan Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang. Informasi yang juga diterima Polsek Pakis, korban pernah tiga kali menjalani perawatan di RSJ Lawang. (biy/fat) Editor : Mardi Sampurno