Mereka bahu-membahu memadamkan api yang membakar tempat mengaji itu. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat aktivitas membakar wewangian.
Pengelola tempat mengaji mengungkapkan bahwa kebakaran sebenarnya sudah terjadi sejak pukul 12.30. Api menjalar cukup pelan di lantai dua bangunan tanpa diketahui orang yang berada di dalam gedung itu. ”Kalau tidak salah dari kipas angin dulu, kemudian menyambar yang lain. Jalan apinya pelan,” ujar Choirul Anam, 52, pria yang mengelola tempat tersebut.
Petugas pemadam kebakaran baru tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 15.36. Saat itu, beberapa warga sudah bergotong royong berusaha memadamkan api. Petugas pemadam kebakaran yang datang pun hanya melakukan pembasahan agar tidak ada api yang muncul kembali.
Setelah pembasahan tuntas, di balkon lantai dua bangunan tampak spring bed yang habis terbakar. Hanya menyisakan rangka kawat saja, sementara seluruh busanya sudah habis. Ada juga kipas angin berdiri yang tampak meleleh dan papan tulis yang hangus sebagian.
Anam menjelaskan, ruangan di lantai dua itu digunakan untuk istirahat maupun aktivitas mengaji anak-anak. ”Ruangan itu dulu digunakan untuk mengaji saja. Tapi sekarang juga untuk istirahat. Belajar mengajinya pindah ke bawah (lantai satu),” ujar dia.
Sekitar pukul 15.46, pemadam kebakaran menuntaskan seluruh pembasahan dan memastikan tidak ada api yang tersisa. Mereka hanya butuh waktu 10 menit untuk melakukan pembasahan. Awalnya pihak pengelola menduga kebakaran itu disebabkan korsleting atau hubungan pendek arus listrik. Namun pemeriksaan yang dilakukan petugas damkar berkata lain. ”Dugana kami, api berasal dari bakar-bakar dupa atau wewangian di atas, kemudian menyambar ke kasur,” terang Komandan Regu I Damkar Kota Malang Edi Susianto.
Tidak ada kesulitan yang berarti dalam proses pemadaman oleh tim damkar. Hanya ada kendala umum sempitnya akses jalan di permukiman padat Kota Malang. Ada juga lampus hias membentang di atas jalan yang sejak awal Agustus lalu dipasang warga untuk bulan peringatan kemerdekaan RI.
Edi menjelaskan, semua barang yang ada di ruangan seluas 3 x 7 meter persegi itu hangus terbakar. Mulai dari kasur, televisi tabung ukuran 17 inch, dan rak buku berisi Alquran. Plafon berbahan asbes juga rontok karena panas api. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Hanya kerugian materi yang diperkirakan sekitar Rp 10 juta. (biy/fat) Editor : Mardi Sampurno