Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota Iptu Saiful Ilmi mengatakan kecelakaan itu beragam. Ada yang motor dengan motor, motor dengan truk, motor dengan pejalan kaki, dan ada juga yang kecelakaan tunggal. Penyebabnya pun bervariasi. Namun, pria yang akrab disapa Saiful itu menyebut penyebabnya kebanyakan adalah tidak patuhnya pengguna jalan untuk mendahuluan kendaraan yang melaju lurus.
Saiful mengatakan laka lantas di Jalan S Supriadi paling banyak terjadi pada bulan Juli. “Bulan Juli lalu ada tujuh kejadian laka lantas di sana,” ujarnya. Selebih, ia mengatakan empat kejadian terjadi pada bulan Agustus. Sisanya, dua pada bulan Februari dan satu di bulan Maret. Dengan banyaknya kasus laka lantas tersebut, pihak Satlantas Polresta Malang Kota mengintensifkan patroli yang menyasar daerah tersebut.
Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppy Anggi Khrisna menjelaskan pengintensifan patroli di lokasi yang ditetapkan sebagai blackspot merupakan upaya untuk menekan fatalitas korban laka lantas. Pasalnya jika dibiarkan masyarakat akan tetap abai misalnya dalam penggunaan helm. “Itu sangat penting untuk mengurangi risiko luka yang parah,” ujarnya.
Sehingga, harapannya jika kerap dilakukan patroli di sana akan membuat masyarakat tahu bahwa daerah tersebut rawan kecelakaan dan kerap dijaga polisi. Tahun lalu, Jalan Kolonel Sugiono menjadi titik blackspot di Kota Malang.
Tahun lalu setidaknya ada tujuh kasus laka lantas yang terjadi di sepanjang jalan tersebut. Jika dibandingkan dengan data tahun ini, tentu ada peningkatan jumlah kasus yang terjadi dalam sebuah ruas jalan. (dre/abm) Editor : Mardi Sampurno