Semula, perempuan berusia 66 tahun itu hanya duduk-duduk di warung dekat pos jaga rel kereta api. Sekitar pukul 07.30, datang KA Penataran jurusan Surabaya Kota-Malang-Blitar dari arah utara ke selatan. Samini langsung beranjak dari warung dan berjalan ke arah kereta api yang ditarik lokomotif CC201 77 14 SDT tersebut.
Kereta api dengan nomor perjalanan 367 itu diperkirakan berjalan dengan kecepatan 60 kilometer per jam. Moda kereta api masal itu pun tak mengurangi kecepatan sedikit pun saat sudah mendekati Samini. Pada saat yang sama, ada dua warga bernama Kris dan Heri Anang melihat kejadian itu. Keduanya langsung berlari dan berusaha menyelamatkan Samini.
”Korban langsung ditarik ke tempat yang aman oleh dua orang tersebut,” terang Kapolsek Klojen Kompol Dominggus FE Ximenes.
Perempuan asal Jl Bantaran Gang Makam, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru tersebut itu memang bisa diselamatkan. Namun dia mengalami luka akibat jari kaki kirinya terlindas salah satu roda besi kereta api. Sebagian jarinya tampak hancur dan penuh darah.
Untungnya tim medis dan kepolisian cepat datang ke lokasi. Setelah mendapat pertolongan medis di tempat, Samini dibawa ke IGD RSSA untuk mendapatkan perawatan.
Apa yang membuat Samini nekat melakukan aksi bunuh diri tersebut? Polisi yang segera menemui keluarga korban mendapat keterangan bahwa korban sering sakit kepala. ”Itu membuatnya pikun dan sering marah-marah,” ujar Dom, sapaan karibnya. Polisi pun tidak melanjutkan pendalaman karena pihak keluarga tidak membuat laporan dan memberikan keterangan lebih. (biy/fat) Editor : Mardi Sampurno