Berbagai keluhan tentang masalah lain juga disampaikan, kemudian didiskusikan, sehingga menjadi perhatian pemerintah ke depannya. Kegiatan yang menjadi jembatan antara masyarakat, polisi, dan forum komunikasi pimpinan daerah itu juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan aplikasi Jogo Malang Presisi. Aplikasi yang didesain integrative itu memungkinkan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih prima baik dari kepolisian maupun instansi lainnya.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penggunaan aplikasi tersebut akan banyak menjawab keluhan masyarakat. Terutama tentang gangguan Kamtibmas. ”Aplikasi sudah tentu dilengkapi panic button,” ujarnya.
Acara Kandani itu akan digelar rutin setidaknya setiap satu bulan sekali. Jadwalnya berubah-ubah, bergantian di lima kecamatan yang ada di Kota Malang. Sebelumnya, Kandani diselenggarakan di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing. Kegiatan itu diikuti sekitar 70 warga. Para warga yang hadir di Balai RW 21 24 Agustus 2022 itu banyak mengeluhkan terkait kondisi Kamtibmas. Pasalnya, belakangan ini marak terjadinya begal dan kasus kriminal lainnya.
Menanggapi hal itu Budi Hermanto kembali mengedukasi warga tentang penggunaan Aplikasi Jogo Malang Presisi. Aplikasi itu sudah efektif bisa digunakan oleh masyarakat di Malang Raya. Beberapa kasus sudah ditangani polisi dan berhasil diungkap berdasar laporan melalui aplikasi itu. Contohnya pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Veteran, tepatnya di depan Malang Town Square. ”Untuk itu saya mengimbau masyarakat menginstal dan memanfaatkan layanan yang ada di Aplikasi Jogo Malang Presisi,” pungkasnya. (dre/fat) Editor : Mardi Sampurno