Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pelanggan PDAM Keluhkan Air yang Belum Mengalir

Mardi Sampurno • Minggu, 18 September 2022 | 04:14 WIB
KEINGINAN WALI KOTA (SUTIAJI ) : perombakan di tubuh Perumda Air Minum Tugu Tirta (sebelumnya disebut PDAM) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tugu Artha Sejahtera.
KEINGINAN WALI KOTA (SUTIAJI ) : perombakan di tubuh Perumda Air Minum Tugu Tirta (sebelumnya disebut PDAM) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tugu Artha Sejahtera.
MALANG KOTA – Dampak penyegelan Tandon Air Simpar di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ternyata masih dirasakan pelanggan PDAM Kota Malang. Padahal, pipa yang mengalirkan air ke kota Malang itu sudah dibuka seiring adanya kesepakatan antara Perumda Tugu Tirta (PDAM Kota Malang) dengan Perumda Tirta Kanjuruhan (PDAM Kabupaten Malang) pada 13 September lalu.

Namun hingga kemarin pelanggan PDAM di Kecamatan Kedungkandang tetap mendapatkan pasokan air. 

Sejumlah pelanggan pun ramai curhat di media sosial milik Perumda Tugu Tirta. Kolom komentar Instagram juga penuh dengan keluhan mereka. Misalnya yang diungkapkan Helen Achamdi. Pelanggan PDAM asal Kelurahan Wonokoyo itu mengeluhkan air masih saja belum mengaliri bak mandi miliknya. ”Sudah sejak 9 September lalu mati. Dapat kabar sudah normalisasi air, tapi kok ya lama,” keluhnya. 

Dia mengakui sudah mendapat dropping air dari truk tangki milik Tugu Tirta. Namun tetap saja pasokan itu tidak bisa menutup kebutuhan air di rumahnya. Mengingat air PDAM juga digunakan untuk mandi dan masak. 

Hal yang sama dikatakan Bayu Diktiarsa, salah satu pelanggan air Perumda Tugu Tirta di Perumahan Grand Hill, Kelurahan Wonokoyo. Saking kesalnya terhadap air yang tak mengalir, dia sampai pergi ke luar kota. ”Ini saya lagi ke Surabaya demi melupakan sejenak masalah air. Tapi tetap update kabar di grup WhatsApp,” terangnya. 

Pria berkacamata itu pun mendesak Perumda Tugu Tirta bisa secepatnya mengalirkan air ke pelanggan. Sebab jika dikalkulasi, sudah genap sepekan air tak mengalir ke pelanggan. Apalagi dia yang mendapat kabar konflik di Tandon Simpar sudah selesai, sehingga kendala pasokan air mestinya juga tuntas. 

Menanggapi hal itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tugu Tirta Kota Malang M. Nor Muhlas menjelaskan hingga kemarin air masih dalam proses normalisasi. Pihaknya berjanji secepatnya air bisa segera mengalir. Bahkan dia juga sudah menemui sejumlah pelanggan di Kecamatan Kedungkandang. ”Kondisinya sudah kondusif, kami sudah optimal untuk segera mengalirkan air ke pelanggan,” jelasnya. 

Pihaknya pun juga sudah memberikan layanan tangki air selama sepekan terakhir. Bahkan saat ini rekayasa jaringan pipa pun dilakukan. Tujuannya agar layanan air ketika dipompa ke pelanggan tidak tersendat lagi. (and/fat) Editor : Mardi Sampurno
#Dampak penyegelan Tandon Air #sumber air #Kabupaten Malang #Perumda Tirta Kanjuruhan (PDAM Kabupaten Malang) #Kota Malang #Perumda Tugu Tirta (PDAM Kota Malang) #pdam kota malang