Pantauan Jawa Pos Radar Malang di lokasi kejadian, dua ambulans tampak sudah tiba pada pukul 10.00. Beberapa polisi juga datang, termasuk orang-rang berkemeja putih dengan name tag Perhutani. Sebagian di antara mereka menyebut bahwa Imanuel berasal dari Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sehari-hari dia bekerja sebagai Kasubsi Perencanaan Sumber Daya Hutan (SDH) KPH Perhutani Malang. Lokasi kejadian merupakan tempat Imanuel singgah sementara atau kos.
Salah satu rekan korban, Soedioko, meninggalnya Imanuel diketahui saat ada anak buahnya yang mencari ke tempat kos tersebut sekitar pukul 08.30. ”Soalnya dia tidak masuk kerja dan tidak bisa dihubungi,” terang Soedioko. Kecurigaan juga diungkapkan Massari, 48, asisten rumah tangga di tempat Imanuel tinggal. ”Saya sempat mengira Imanuel sudah berangkat kerja, soalnya pas teman-temannya datang dan ketuk pintu kamar tiga kali, dari dalam tidak ada suara,” papar dia.
Massari juga mengungkapkan bahwa Imanuel memiliki riwayat penyakit asam lambung dan baru pulang dari opname di RSI Unisma pada Sabtu (17/9). Meski demikian, Selasa lalu (20/9) dia tetap berangkat kerja dan akhirnya pulang cepat dalam kondisi batuk-batuk. Korban diperkirakan meninggal sekitar pukul 04.00. Imanuel tinggal di lingkungan tersebut baru sekitar satu tahun. Hal itu diungkapkan Ketua RW 005 Agung Wijaya. ”Kebetulan dia meninggal tepat pada hari ulang tahunnya,” ungkap Agung. Sesuai data KTP, Imanuel lahir pada 21 September 1993.
Hasil penyelidikan polisi tidak menemukan luka di tubuh korban. Namun polisi mendapatkan informasi bahwa korban punya riwayat penyakit komplikasi pada jalur pernapasan, lambung, dan hati. ”Itu didapat dari rekam medis saat korban opname,” terang Kapolsek Klojen Kompol Dominggus F.E. Ximenes. (biy/fat) Editor : Mardi Sampurno