Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

NU Dirikan Crisis Center untuk Keluarga Korban

Mardi Sampurno • Kamis, 6 Oktober 2022 | 04:33 WIB
DEMI KEMANUSIAAN: Dari kiri, KH Marzuki Mustamar, KH Yahya Cholil Tsaquf, KH Chamzawi, KH Isroqunnajah, dan KH Hamim di PCNU Kota Malang, kemarin. (PCNU Kota Malang for Radar Malang)
DEMI KEMANUSIAAN: Dari kiri, KH Marzuki Mustamar, KH Yahya Cholil Tsaquf, KH Chamzawi, KH Isroqunnajah, dan KH Hamim di PCNU Kota Malang, kemarin. (PCNU Kota Malang for Radar Malang)
MALANG KOTA – Tragedi Kanjuruhan mendapat perhatian khusus dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kemarin, Ketum Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf hadir di Malang untuk serangkaian kegiatan terkait tragedi memilukan itu. Salah satunya meresmikan Crisis Center hasil inisiasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang di Jalan KH Hasyim Asyari.

Dalam kesempatan itu, kiai asal Rembang tersebut mengatakan Crisis Centre itu siap melayani identifi kasi korban yang belum ditemukan. Juga advokasi hukum, trauma healing, bantuan kesehatan, hingga santunan. Pria yang akrab disapa Gus Yahya itu mengaku prihatin atas apa yang baru saja terjadi di Stadion Kanjuruhan. Untuk itu dirinya mendorong PCNU Kota Malang untuk proaktif membantu para korban dan keluarganya.

“Musibah ini berat terutama bagi keluarga korban. Untuk itu mari kita atasi secara bersama-sama,” ujarnya.

Dia juga menginstruksikan agar tim Crisis Centre proaktif. Artinya, jangan menunggu ada laporan masuk. Tim harus melakukan pelacakan dan pendataan korban secara mandiri.

Yang tak kalah penting, imbuh Gus Yahya, NU juga harus memberikan perhatian khusus bagi anak-anak yatim maupun piatu akibat tragedi Kanjuruhan 1 Oktober lalu. Dirinya meminta anak-anak tersebut tidak sampai luput dalam perhatian PCNU Kota Malang. “Berikan bantuan yang terbaik terutama untuk pendidikannya sampai mereka bisa mandiri,” ungkapnya. (dre/abm) Editor : Mardi Sampurno
#Tragedi Kanjuruhan #Pengurus Besar Nahdlatul Ulama #PBNU