Dalam kesempatan itu, kiai asal Rembang tersebut mengatakan Crisis Centre itu siap melayani identifi kasi korban yang belum ditemukan. Juga advokasi hukum, trauma healing, bantuan kesehatan, hingga santunan. Pria yang akrab disapa Gus Yahya itu mengaku prihatin atas apa yang baru saja terjadi di Stadion Kanjuruhan. Untuk itu dirinya mendorong PCNU Kota Malang untuk proaktif membantu para korban dan keluarganya.
“Musibah ini berat terutama bagi keluarga korban. Untuk itu mari kita atasi secara bersama-sama,” ujarnya.
Dia juga menginstruksikan agar tim Crisis Centre proaktif. Artinya, jangan menunggu ada laporan masuk. Tim harus melakukan pelacakan dan pendataan korban secara mandiri.
Yang tak kalah penting, imbuh Gus Yahya, NU juga harus memberikan perhatian khusus bagi anak-anak yatim maupun piatu akibat tragedi Kanjuruhan 1 Oktober lalu. Dirinya meminta anak-anak tersebut tidak sampai luput dalam perhatian PCNU Kota Malang. “Berikan bantuan yang terbaik terutama untuk pendidikannya sampai mereka bisa mandiri,” ungkapnya. (dre/abm) Editor : Mardi Sampurno