Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Direktur Bidang Advokasi BPIP Fuad Himawan mengatakan santri adalah ruh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Sebab, pria yang akrab disapa Fuad mengaku santri mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan yang lainnya. “Santri harus berdaya sebab bekal agama cukup untuk pondasi. Namun, penguasaan ilmu umum juga harus diimbangi,” ujarnya.
Dalam paparan materinya terkait aplikasi pancasila dalam kehidupan sehari-hari itu menekan pada tiga hal yakni pemahaman lima butir pancasila, lambang, dan pengamalannya. Di sela-sela penyampaian materi, Fuad memberikan tantangan untuk menyebutkan lima butir pancasila. Alhasil hal itu membuat acara tambah semarak. Pasalnya sekitar 900 santri yang hadir di sana tampak antusias menjawab tantangan itu.
Fuad menambahka, selain agama sebagai pondasi utama dan pertama seorang santri dalam menjalani perannya di masyarakat, pancasila merupakan pedoman setelah agama. Sebab, cita-cita luhur berbangsa dan bernegara yang beradab dan berdaulat sudah tertuang dan terepresentasi dalam lima butir pancasila tersebut. “Santri haru terus meningkatkan peran dalam perkembangan bangsa Indonesia. Santri haru banyak terlibat dalam mengisi kemerdekaan Indonesia,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Hidayatul Mubatadi’in Tasikmadu Nur Laila mengatakan sepakat dengan konsep agama dan pancasila sebagai pedoman santri dalam turut serta mengisi kemerdekaan Indonesia. Sebab, perempuan yang akrab disapa Laila itu mengatakan dirinya punya semangat untuk mengahapus image santri sebagai pelajar marjinal. Sebab, selama ini sudah banyak bukti santri yang bisa membuktikan mampu turut serta dalam pembangunan bangsa. “Selama ini kan imagenya santri nantinya akan jadi guru ngaji saja. Padahal santri kami juga banyak yang terjun dipemerintahan, polri, dan bidang lainnya,” ungkapnya.
Laila menyebut semangat itu dibuktikan dengan pondok pesantren yang juga memilki lembaga pendidikan formal juga tidak mau kalah untuk melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai institusi lainnya. “Kami juga punya Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mengasah keterampilan santri juga,” pungkasnya. Acara yang berlangsung siang kemarin itu dihadiri oleh sejumlah pejabat seoerti Ketua DPRD Kota Malang, Kasat Binmas Polresta Malang, Kasi Pendidikan Pondok Pesantren Kemenag Kota Malang, dan Dandim 0833. Editor : Mardi Sampurno