Tapi kejadian itu tidak langsung mendapat penanganan polisi. ”Kami baru mendapat laporan pada pukul 03.00,” kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Malang Kota Iptu Saiful Ilmi kemarin (23/10). Meski demikian, polisi tidak terlalu sulit uhntuk mendapatkan keterangan saksi dan melakukan olah TKP.
Berdasar keterangan para saksi, kecelakaan bermula saat Farrel mengendari Honda CBR bernomor polisi N 4205 ACE dari arah timur. Pada saat yang sama, di depan Farrel meluncur Vespa Sprint nomor polisi M 6701 HS yang dikendarai Muhammad Furqan, 40.
Diduga terkejut dengan keberadaan Vespa di depannya, mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Kota malang itu berusaha menghindar ke sisi kiri jalan. Sayang, jarak antara kedua motor itu sudah terlalu dekat. Motor CBR yang dikendarai Farrel mengyundul bagian belakang Vespa yang dikendarai Furqan.
Vespa berwarna kuning itu langsung roboh, sementara CBR hitam tetap meluncur tak terkendali. ”Setelah menyundul Vespa, CBR hilang kendali dan menabrak pohon di pinggir jalan,” papar Saiful. Pengendara Vespa yang jatuh hanya mengalami luka ringan di kakinya. Namun nasib berbeda dialami Farrel yang mengendari Honda CBR. Dia mengalami luka parah di bagian kepala akibat benturan yang dangat keras.
Beberapa saksi mata mengatakan bahwa dini hari itu Farrel mengendarai motor dengan kecepaan antara 40 sampai 50 km/ jam. Bukan sebuah kecepatan yang tinggi, namun mengakibatkan benturan yang sangat keras dengan pohon lantaran pengemudinya hilang kendali. Jenazah korban pun langsung dibawa ke Unit Forensik RSSA untuk menjalani visum et repertum. Kabar terakhir, jenazah Farrel sudah diterbangkan ke kampung halamannya di Medan pada Sabtu malam. (biy/fat) Editor : Mardi Sampurno