Untuk mengurai problem itu, DLH menyebut bila 8.000 lampu taman butuh perbaikan.
“Karena banyak panel lampu yang hilang, bisa jadi dicuri,” sebut Kepala DLH Kota Malang Noer Rahman Wijaya.
Terkait di mana saja taman yang butuh perhatian ekstra, dia menyebut bila hampir semuanya butuh penanganan.
Namun untuk prioritas, lokasinya ada di Taman Slamet, taman depan Kantor Bakorwil, Taman Hutan Kota Malabar, Taman Simpang Balapan, dan Alun-Alun Malang. Rahman sadar bila problem itu turut dimanfaatkan sejumlah pasangan muda-mudi untuk bertindak mesum.
Karena itu, langkah perbaikan dan mengganti lampu taman mulai disusun pihaknya. Sayangnya, eksekusinya baru bisa dilakukan tahun depan. Sejauh ini, DLH masih menyusun kebutuhan anggaran hingga titik taman yang butuh perbaikan. “Kalau estimasi anggarannya bisa belasan miliar, tapi kami susun dulu (rencananya, red),” jelas dia.
Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu menyebut bila dua tahun pandemi Covid-19 turut menyebabkan anggaran perawatan taman terpotong. Karena itu lah di tahun ini pihaknya perlahan mulai memperbaiki taman yang butuh perbaikan. Baik secara berkala maupun perbaikan total.
Di tempat lain, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Wanedi mengakui bila kondisi taman memang perlu ditata ulang. Khususnya perawatan secara berkala. “Ada beberapa taman yang CSR (corporate social responsibility) juga, itu bisa dikomunikasikan lagi supaya tidak ada kesan tak terawat,” jelasnya.
Legislator dari PDI Perjuangan itu tak ingin taman yang sudah dibangun menjadi terbengkalai. Sebab masyarakat kini sudah mulai sering mengunjungi taman. Tak hanya siang, namun juga di malam hari.
Wanedi juga menyarankan perlu adanya petugas dari DLH yang rutin berkeliling untuk memonitor taman. Sebab masih banyak taman yang disalahgunakan sebagian masyarakat untuk tindak asusila.
“Tenaga DLH memang kurang, tapi setidaknya bisa dibantu Satpol PP,” kata dia. (adn/by) Editor : Mardi Sampurno