45 Perupa Pamer Mainan Lidos

Mardi Sampurno • Dipublikasikan Minggu, 11 Desember 2022 | 05:53 WIB
KREASI SENDIRI: Salah satu mainan Lidos yang dipamerkan salah satu perupa di gedung Malang Creative Center (MCC) kemarin (9/12)
KREASI SENDIRI: Salah satu mainan Lidos yang dipamerkan salah satu perupa di gedung Malang Creative Center (MCC) kemarin (9/12)
MALANG KOTA – Puluhan mainan dengan bentuk yang unik menghiasi sudut ruang gedung Malang Creative Center (MCC) kemarin (9/12). Bukan sembarangan mainan yang kerap dipegang anak-anak. Melainkan mainan yang dibuat sekreatif mungkin atau disebut ”Lidos Toys”. Ada mainan berbentuk action figure, karakter kartun, dan bentuk-bentuk lainnya. Salah satu perupa bernama Novantri dalam pameran itu menampilkan dua karya. Karya tersebut berupa figur imajinatif yang berjudul Ba Boy Nana yang terinspirasi dari pisang.

Selain itu, dia juga menampilkan karakter Tow Tow Tower yang terinspirasi dari tower penyiar berita. ”Saya sendiri merupakan perupa. Di samping perupa, saya membantu menggagas festival ini bersama teman-teman toys maker,” kata Novantri. Ditanya terkait kendala dalam membuat karya, Novantri menjawab sama seperti karya-karya lain. Tingkat kesusahan membuat karya bergantung pada kreativitas masingmasing perupa. Sementara itu, Ketua Pelaksana Lidos Toys Fest 2022 Esti Nanda mengatakan, ada 48 karya dari 45 perupa yang ditampilkan.

Para perupa pun berasal dari berbagai kota seperti Kota Malang dan Bandung. Baik dari kalangan mahasiswa sampai perupa luar ikut andil di sana. Namun, mayoritas berasal dari Kota Malang. ”Yang pasti ke depan kami ingin kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan,” kata Esti. Dia menjelaskan, mainan sebenarnya sudah dikenal dari berbagai kalangan. Hanya saja, pameran Lidos Toys masih kurang dikenal di Kota Malang.

Padahal, membuat karya sebenarnya tidak hanya terbatas pada kanvas atau kertas. Mainan juga bisa menjadi media untuk membuat karya. Di samping itu, pihaknya ingin menjadi wadah para toys maker untuk berkreasi dan berekspresi.

Sebab, mereka kurang punya tempat mewadahi kreativitas. ”Salah satu yang menampilkan adalah perupa yang membuat merchandise Gundala, tapi dia kurang dikenal. Jadi kami ingin mewadahi orang-orang seperti mereka,” tutupnya. (mel/adn) Editor : Mardi Sampurno
mainan Lidos Kreatifitas Tanpa Batas Pameran Kota Malang Kota Malang