Aksi yang digelar di Jalan Bendungan Sutami misalnya. Ratusan Aremania kompak memakai pakaian hitam dan membawa spanduk yang berisi meminta keadilan. Tak lupa keranda hitam juga dibawa sebagai simbol duka mengenang para korban. Koordinator Lapangan Aremania Sumbersari Eren menjelaskan aksi turun jalan masih dilakukan juga bertepatan dengan hari HAM Sedunia yang jatuh sehari sebelumnya. ”Karena tragedi lalu juga pelanggaran HAM, maka hukum harus ditegakkan lagi,” pinta dia.
Mereka long march dari Indomaret Bendungan Sutami sampai Simpang Empat Institut Teknologi Nasional (ITN). Tidak hanya long march, orasi keadilan juga disuarakan para Aremania. Orasi pertama di Malang Town Square (MATOS) dan yang kedua di perempatan ITN. Kemudian, dilanjutkan dengan doa doa bersama untuk korban yang telah berpulang.
Tanpa ada akomodir Tim Gabungan Aremania (TGA), Aremania Sumbersari bergerak memperjuangkan hak dan keadilan para korban. Menanggapi aksi tersebut, perwakilan TGA Dian Tamrin menyatakan, aksi akan terus dilakukan sampai benar-benar ada tindakan dari pihak terkait. ”Kami menyarankan, lebih baik kasus ini diambil alih oleh Mabes Polri,” ucap Dian. Sebab, sudah dua bulan kasus itu tidak menemui titik terang. Enam tersangka masih kurang. Apalagi pasal yang dijerat juga perlu ada penambahan. (kr4/adn) Editor : Mardi Sampurno