Pantauan Jawa Pos Radar Malang, genangan di Jalan Bareng Gang 2 setinggi lutut orang dewasa. Tampak beberapa anak kecil asyik berenang ketika air belum surut. ”Kalau pas deras tinggi, air bisa mencapai satu meter atau setinggi lutut orang dewasa,” ujar Vidi, salah satu warga Jalan Bareng Gang 2. ”Kulkas saya saja mengambang,” tambah perempuan yang sudah 7 tahun tinggal di Bareng tersebut.
Selain terdampak DAM, kata Vidi, air yang menggenangi ruas jalan bareng berasal dari luapan Sungai Kasin. Setiap tahun biasanya rutin terjadi banjir yang parah. Seperti halnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun, tahun 2022 ini dia bersyukur banjir tidak terlalu parah. “Sebenarnya warga juga sudah melakukan berbagai upaya. Mulai mengeruk sungai di dekat kampung, tapi tetap saja tergenang,” imbuhnya.
Tak hanya Jalan Bareng Gang 2, genangan juga terjadi di beberapa titik lainnya. Seperti di Jalan Raden Panji Suroso, Jalan Langsep, hingga Jalan Borobudur. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Prayitno mengatakan, selain ketinggian air, selama hujan kemarin pihaknya juga mencatat satu kejadian longsor.
Kejadian itu berlangsung di Jalan Abdul Qodir Djaelani Gang I, Kelurahan Kedungkandang. “Di sana, tanah longsor disebabkan oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, struktur tanah tidak kuat menahan beban rumpun bambu di atasnya,” jelasnya.(mel/dan) Editor : Mardi Sampurno