Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tak Ada Lagi Yang Angon Bebek di Kampung Bebekan

Mardi Sampurno • Sabtu, 17 Desember 2022 | 20:26 WIB
INGATAN KUAT: Suman Samuji, 83, bercerita tentang masa lalu kampung Bebekan di bawah gerbang RW 02 Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, kemarin (16/12).
INGATAN KUAT: Suman Samuji, 83, bercerita tentang masa lalu kampung Bebekan di bawah gerbang RW 02 Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, kemarin (16/12).
Jejak Nama Kampung-Kampung yang Unik di Malang Raya (13)

Kemajuan kota kerap menghilangkan simbol-simbol yang menandai terbentuknya nama sebuah wilayah. Termasuk di Kampung Bebekan. Dulu di kampung itu banyak sawah yang dijadikan tempat angon bebek, sehingga disebut Kampung Bebekan.

KAMPUNG Bebekan melingkupi RW 2 dan RW 3 Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun. Wilayahnya cukup luas, namun sudah padat dengan permukiman penduduk. Jauh berbeda dengan puluhan tahun lalu, saat mayoritas warga kampung tersebut masih berprofesi sebagai petani. Seperti dituturkan Suman Samuji, warga kampung tersebut yang sudah berusia 83 tahun. Dia mengaku tinggal di Kampung Bebekan sejak 1961.

Saat itu masih mudah ditemui hamparan sawah yang luas. Rata-rata penduduknya merupakan petani padi. Namun ada juga yang menjadi peternak bebek.

”Dulu kampung ini dikenal dengan nama Purwodadi. Tapi karena banyak peternak bebek, dan juga banyak penjual nasi pecel bebek, maka ada yang menjuluki sebagai Kampung Bebekan,” ujar Suman yang pada awal-awal datang ke Kampung Bebekan masih sering menemukan telur bebek berceceran di sawah.

Dia juga ingat, dahulu di samping Jalan Margonda Raya terdapat sungai yang lebarnya sekitar tiga meter. Sungai itu berfungsi sebagai irigasi yang airnya dimanfaatkan petani Kampung Bebekan untuk mengaliri sawah. Namun sekarang saluran air itu semakin sempit dan tertutup jalan. Lebih mirip selokan.

Selain hidup bertani dan beternak bebek, masyarakat Kampung Bebekan zaman dulu juga menggemari kesenian. Menurut Suman, di gedung samping gapura masuk RW 02 Pisang Candi pernah terdapat aula besar yang berisi alat-alat kesenian. ”Gedung itu dulu milik Pak Lurah Jayus. Setiap hari Minggu diadakan pertunjukan Ludruk atau wayang orang,” imbuhnya. Sekarang kondisinya sudah berbeda. Gedung itu disewakan untuk toko.

Warga Kampung Bebekan lainnya, Sumartono, juga membenarkan bahwa dulu banyak ditemui bebek di kawasan itu. Tapi itu hanya ada di kawasan pertanian padi yang berada ujung kampung. Setelah panen, sawah-sawah biasanya kerap digunakan peternak untuk angon bebek. ”Lebih banyak warga yang bekerja sebagai petani dibanding peternak bebek,” tutur pria berusia 68 tahun tersebut.

Dulu Kampung Bebekan terbagi menjadi tiga wilayah. Yakni Bebekan, Bebekan Kidul, dan Bebekan Etan. ”Kidul itu wilayah Genitri, Etan merupakan wilayah Gantasan, dan Bebekan merupakan wilayah yang saat ini menjadi gapura masuk RW 02 Kelurahan Pisangcandi,” ungkap Ketua RT 07/RW 02 Kelurahan Bebekan Muhammad Asnan Zainul Abidin.

Versi sedikit berbeda diulas dalam buku Toponim Kota Malang. Disebutkan bahwa nama Kampung Bebekan diambil dari nama tanaman bebekan atau tanaman rumput yang memiliki nama latin Eragrostis Unioloides. Tanaman itu bisa tumbuh tepi selokan, parit, sawah yang kurang terurus, di bendungan sawah, kebun teh, dan di tanah dekat pohon.

Ada juga versi yang diungkapkan pendiri Museum Reenactor Ngalam Eko Rody Irawan. Dia mengatakan, ada dua kemungkinan daerah tersebut diberi nama Bebekan. Yang pertama bisa karena banyak dijumpai bebek. Tetapi Bebekan bisa juga merupakan bahasa pasemon atau perumpamaan. Di mana masyarakat Bebekan diibaratkan seperti bebek yang tunduk dan menurut pada tuannya.

”Zaman dahulu, menyatakan pendapat tidak bisa leluasa seperti sekarang. Mungkin saja kata Bebekan merupakan suatu pesan yang disampaikan lewat istilah seperti itu,” ungkapnya.

Selain di Kota Malang, nama Bebekan juga digunakan untuk menamai sebuah kampung di Kabupaten Jombang. Dalam buku berjudul Inventaris Cerita Rakyat Jombang 2, dijelaskan bahwa dusun yang saat ini bernama Ganjul pernah disebut Bebekan. Posisi tanah permukimannya lebih rendah dari sawah, sehingga banyak kolam lumpur yang cocok untuk beternak bebek.

Pegiat sejarah Suwardono juga mengakui, selain nama pohon, nama hewan yang banyak dijumpai di suatu daerah biasa digunakan untuk menamai wilayah tersebut. Termasuk Kampung Bebekan yang diambil dari nama bebek. (*/fat) Editor : Mardi Sampurno
#Kelurahan Bebekan #Kampung Bebekan #Kota Malang #Kelurahan Pisang Candi