Namun dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin (25/12), sekitar 3-5 lubang dengan lebar sekitar 1 meter. Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menyatakan jalan di sana tetap masuk dalam prioritas perbaikan. Meski demikian, pihaknya melihat kondisi ke depan. ”Musuhnya aspal itu kan air. Sekarang, pedagang sering membuang limbah di jalan dengan sembarangan. Misalnya air tahu yang dibuang setelah selesai berjualan.
Jadi meskipun diperbaiki tidak akan bertahan lama,” ujar pejabat eselon II B Pemkot Malang itu. Di samping itu, karena masuk kawasan pasar, maka pemeliharaannya akan masuk ranah Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Namun, pihaknya memberikan perhatian terhadap kondisi jalan di sana.
Terlebih, mobilitas warga di sana cukup tinggi. Untuk mengurai masalah itu, Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi meminta waktu berdiskusi dengan DPUPRPKP dalam waktu dekat. Sebab, masalah jalan berlubang di sana beberapa waktu lalu bukan dari diskopindag. ”Jalan di sana sebenarnya sudah sering diperbaiki untuk arus lalu lintas di pasar. Nanti kami akan berkoordinasi bersama PU agar kenyamanan pengguna jalan bisa terpenuhi,” tandas Eko. (mel/adn) Editor : Mardi Sampurno