Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Area Jembatan Cemplong Terancam Longsor Susulan

Mardi Sampurno • Sabtu, 31 Desember 2022 | 00:17 WIB
WasPada benCana: Warga rW 03 Polehan memperhatikan tanah di tepi sungai yang terancam longsor, kemarin (29/12). sebelumnya, kawasan ini sudah terkena longsor.
WasPada benCana: Warga rW 03 Polehan memperhatikan tanah di tepi sungai yang terancam longsor, kemarin (29/12). sebelumnya, kawasan ini sudah terkena longsor.
MALANG KOTA – Warga di sekitar jembatan cemplong, Kelurahan Polehan was­was terjadi longsor susulan. Itu karena plengsengan yang ambrol tahun lalu belum diperbaiki. Apalagi kondisi tanahnya sudah miring. Jika terjadi longsor lagi, satu rumah warga di tepi sungai tersebut terancam ambrol.

Ketua RW 03 Polehan Joko Purwandi mengatakan, kondisi tanah di tepi sungai sudah miring akibat tergerus aliran air sungai terus­menerus. Dia khawatir longsor yang terjadi November lalu dan tahun 2021 lalu akan terulang lagi. ”Tanah sudah tergerus sekitar 3 meter dan menghilangkan dua rumah,” keluh Joko Purwandi, kemarin.

“Kalau pohon lamtoro di tepi sungai itu tumbang, kemungkinan besar akan terjadi longsor susulan. Dan berpotensi menghilangkan satu rumah,” tambahnya. Selain terancam longsor susulan, kondisi jembatan cemplong juga sudah membahayakan. Fondasi jembatan sudah menggantung. “Sebenarnya kami sudah ajukan bantuan ke pemkot, tapi jawabannya tidak menyanggupi karena biaya yang dikeluarkan cukup besar,” katanya.

Kemudian pihaknya mengajukan bantuan ke pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim. ”Jadi harus menunggu dari pemprov, dan kita selalu dijanjikan dana akan turun bulan April, tapi sudah lewat banyak April masih belum ada bantuan,” katanya. Warga lain, Budi Santoso berharap segera ada bantuan, misalnya pembangunan plengsengan. Atau perbaikan gorong­gorong yang bocor.

“Sampai saat ini hanya ada bantuan terpal,” kata dia. Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R. Dandung Djulharjanto menanggapi keinginan warga mendapatkan bantuan.

“Terkait gorong­gorong itu sudah dibagi. Ada yang menjadi wewenang kami dan ada yang di luar wewenang kami,” katanya. Untuk proyek yang di luar kewenangan pemkot, perbaikannya dilakukan secara gotong­royong. Biasanya hal itu berlaku bagi proyek yang dibangun atas inisiatif warga sendiri.(kr2/dan) Editor : Mardi Sampurno
#kelurahan polehan #Warga di sekitar jembatan cemplong #malang kota #was­was terjadi longsor susulan.