Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dulu Sembunyi-Sembunyi, Kini Banyak Koleksi

Mardi Sampurno • Senin, 2 Januari 2023 | 04:51 WIB
AWAL MULA KOLEKSI : Ketertarikan Christian terhadap reptil sejak duduk  dibangku SD, tidak sengaja melihat foto ayahnya berbaring dengan ular diatasnya
AWAL MULA KOLEKSI : Ketertarikan Christian terhadap reptil sejak duduk dibangku SD, tidak sengaja melihat foto ayahnya berbaring dengan ular diatasnya
Christian Wibisono mulai memelihara reptil sejak 2018. Koleksi pertamanya dibeli dari toko online, yakni ular ball piton dari Afrika yang ukurannya tidak bisa lebih dari 1 meter. Pria yang kini berusia 32 tahun itu kemudian bergabung dengan komunitas pencinta reptil di kota malang.

Setelah sharing banyak hal, akhirnya nambah lah reptil di rumah,” ungkapnya. Christ, mulai tertarik pada reptil sejak duduk di bangku SD. Awalnya dari ketidaksengajaan ketika membuka album foto dan melihat ayahnya berbaring dengan banyak ular di atasnya. Sejak saat itu dia mulai mencari tahu tentang ular.

Setiap bermain di sawah dan bertemu ular, Christ merasa tertarik untuk memegang dan ingin membawanya pulang. Namun saat itu dilarang oleh orang tuanya. Hingga pada 2018, saat pulang kerja dari luar pulau, Christ merasa jenuh dan memutuskan memelihara reptil. ”Mau piara kucing sudah bosan. Akhirnya beli reptil sembunyi-sembunyi. Saya sembunyikan di kamar. Tapi akhirnya ibu tahu,” katanya. Di ruangan 2x2 meter, Christ menata dengan rapi kandangkandang reptil yang bentuknya seperti aquarium.

Saat ini dia memiliki 16 ekor ular. Yang 11 merupakan ular berbisa, sisanya beberapa anakan ular. Dia juga memelihara satu biawak dan tiga tarantula. Kandang-kandang itu tertutup rapat. ”Pernah ada ular yang kabur dari kandangnya. Tapi kan kamar ini tertutup rapat. Jadi tetap tidak bisa keluar,” ujarnya. Kini, di lengan pria bekerja di pabrik rokok itu terlihat banyak bekas luka. Namun dia merasa itu sudah menjadi risiko karena menekuni hobi yang tak biasa.

Untuk ular berbisa, Christ mengaku tidak pernah memegang langsung. Selalu memakai alat khusus. ”Sekarang sudah paham betul bagaimana cara merawat dan memegang ular berbisa. Jadi tidak pernah sampai tergigit, “ terangnya . Untuk tarantula, Christ mengaku memeliharanya karena lucu. Binatang seperti laba-laba yang memiliki bulu lebat itu juga tidak membutuhkan perawatan yang sulit. Cukup memasukkan empat jangkrik ke dalam kandang sekali dalam seminggu.

”Nanti akan dimakan sendiri ketika lapar,” terangnya. Christ juga mulai memelihara biawak sejak dua bulan lalu. Namun dia hanya memiliki satu biawak lantaran perawatannya lebih membutuhkan effort. Harus sering- sering terkena matahari. Berbeda dengan ular dan tarantula yang cukup dengan pencahayaan lampu ruangan. Baginya, memelihara ular tidak terlalu menyita waktu karena hanya makan satu kali dalam seminggu.

Bahkan bisa satu kali dalam empat bulan. Perawatannya juga tergolong mudah. Ular tidak memiliki bulu, sehingga tidak mudah kotor. Buang air juga hanya satu hingga dua kali dalam seminggu. Selain reptil, Christ juga menyukai tumbuhan, di lantai tiga rumahnya terdapat taman kecil dengan berbagai tanaman hijau mengelilingi. Beberapa aquascape juga terpajang di tempat tersebut. ”Kalau saya mulai jenuh dengan reptil, saya alihkan dengan merawat tanaman,” ungkapnya. (kr-1/fat) Editor : Mardi Sampurno
#ukurannya tidak bisa lebih dari 1 meter #koleksi pertamanya dibeli ditoko online #ular ball piton dari Afrika #Christian Wibisono #memelihara reptil sejak 2018