Akibat kurang berhati-hati dalam membakar sampah, gudang berisi kayu dan sejumlah material bekas pembangunan hangus terbakar. Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.35. Lokasi gudang yang terbakar berada di belakang SDN Pisang Candi 2. Gudang dan sekolahan tersebut dipisahkan oleh sebuah jalan yang lebarnya sekitar 2 meter. Pemiliknya warga bernama Ageng Tri. ”Tadi sekitar pukul 10.00 terlihat asap mengepul ke udara,” ujar Budi Suprianto, 46, Sekuriti SDN 2 Pisang Candi.
Lalu, semakin lama api semakin terlihat membesar. ”Kalau menurut cerita orang-orang, api berasal dari aktivitas membakar sampah,” imbuhnya. Pantauan di lokasi kejadian, gudang yang terbakar itu berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 6 x 10 meter. Satu sisi dinding gudang itu terbuat dari seng, tiga sisi lainnya terbuat dari tembok. Sebagian ada atapnya, sebagian lagi terbuka alias tanpa atap. Barang-barang yang terbakar mayoritas adalah kayu.
Petugas Damkar Kota Malang tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 10.43. Membawa tiga unit mobil pemadam, mereka membutuhkan waktu sekitar 38 menit untuk memadamkan seluruh api. Perkiraan air yang disemburkan untuk menghentikan kebakaran itu hingga tuntas sekitar 5 ribu liter. ”Kami mengerahkan 16 personel ke lokasi kebakaran. Kerugian materiil diperkirakan Rp 50 juta,” kata Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Teguh Budi Wibowo.
Setelah melakukan pemadaman, petugas melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada hidden fire. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian itu. Sebab, di dalam gudang itu memang tidak ada orang yang sedang bekerja. Teguh juga mendapat informasi bahwa Untungnya dalam kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. kebakaran disebabkan oleh pembakaran sampah yang berdekatan dengan lokasi penyimpanan karung. (kr3/fat) Editor : Mardi Sampurno