Dengan rincian yakni 32.500 ribu pengunjung di Matos dan 22.500 orang di MOG. Tentu hal itu membuat pengelola mal optimistis tahun ini jumlah okupansi pengunjung kembali normal. ”Masih kurang 5 persen lagi untuk kembali normal seperti sebelum pandemi, kami yakin tahun ini bisa kembali seperti itu” ujar Direktu Matos Fifi Trisjanti.
Meskipun cukup berat untuk mengembalikan ke angka normal, Fifi mengatakan, indikator peningkatan pada 2022 saja sudah terlihat bagus. Tak salah jika pada tahun ini pihaknya bisa menggaet sekitar 35 ribu orang dalam sehari.
Sementara itu, Tenant Relation MOG Peptina Makdaliana mengungkapkan hal yang serupa. Pihaknya optimistis okupansi pengunjung mal bisa terkerek naik seiring kasus harian Covid-19 turun. ”Untuk menjaga okupansi tentu kami melakukan penataan ulang untuk tenant yang disewakan,” ucap Pepti.
Beberapa gerai dengan luas lebih dari 800 meter persegi juga akan dibuka di tahun ini. Luas lahan itu nanti bisa digunakan untuk sejumlah penyewa. ”Termasuk supermarket, sehingga ketika satu keluarga pergi ke mal, semua kebutuhan orang tua dan anak- anak sudah tersedia,” imbuh Peptina.
Terpisah, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya Suwanto juga optimistis okupansi pengunjung mal tahun ini akan normal seperti sebelum pandemi. Selain itu, menjelang bergulirnya pesta demokrasi pada 2024 mendatang juga akan berdampak baik pada industri perbelanjaan.”Tahun 2022 kemarin rata- rata pengunjung di beberapa Mal di Malang sudah mencapai 85 persen, bisa saja naik sampai 100 persen lebih, “ tegas dia. (kr1/adn) Editor : Mardi Sampurno