Yakni di depan restoran cepat saji sebelah Gereja, di depan Toko Oen, di depan pintu masuk Kampoeng Heritage Kajoetangan, di ujung trotoar dekat tulisan Kajoetangan, dan di dekat tempat parkir motor. Penambahan ornamen telepon kuno itu disambut positif wisatawan. “Viewnya jadi lebih bagus,” ungkap Sri Hariani, wisatawan asal Pacitan itu. Wisatawan berusia 55 tahun itu mengungkapkan, dengan adanya boks telepon, bisa menjadi properti tambahan untuk foto pre-wedding. Kemarin, dia bersama rombongan keluarganya menggelar foto pre-wedding untuk resepsi pernikahan anaknya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R Dandung Djulharjanto mengatakan, keberadaan boks telepon di zona tiga Kajoetangan tersebut sebagai hiasan. ”Kami memang sengaja menambahkan ornamen itu untuk mempercantik kawasan agar bisa menarik wisatawan,” ujar Dandung kemarin (3/1).
Selain sebagai hiasan, dia melanjutkan, boks telepon itu juga bisa dijadikan spot foto baru bagi wisatawan. Hingga saat ini, pihaknya belum ada rencana untuk penambahan hiasan lain setelah boks telepon. Namun evaluasi akan terus dilakukan untuk pengembangan kawasan Kajoetangan Heritage. Untuk pemasangan lima boks telepon tersebut, pihaknya menghabiskan anggaran Rp 1,8 miliar. “Dana untuk boks telepon itu sudah include dalam pemasangan 103 lampu hias,” ujar pejabat eselon II B itu. (kr4/dan). Editor : Mardi Sampurno