Pimpinan PT Pegadaian Cabang Malang Imam Suhadi memaparkan pada tahun lalu pihaknya bisa menjual hingga 19,7 kilogram emas. Yakni meliputi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Galery 24, dan PT Untung Bersama Sejahtera (UBS). ”Dibandingkan dengan tahun 2021, jumlahnya meningkat sebanyak 7 kilogram. Artinya, pada tahun itu yang terjual sebanyak 12,7 kilogram emas,” terang Imam kemarin (4/1).
Imam menjelaskan, kenaikan penjualan terjadi karena masyarakat mulai sadar pentingnya memiliki emas. Sebab, nilai aset emas terbilang aman. Selain itu, likuiditas terbilang tinggi tiap tahunnya. Ditanya soal waktu penjualan tertinggi sepanjang tahun 2021-2022, Imam menyatakan tak menentu. Terutama jika harga emas turun, nasabah malah enggan membeli.
”Saya malah optimistis prospek penjualan emas di Malang tetap meningkat selama tahun 2023 meski ada resesi. Ini karena emas masih jadi pilihan dalam mengamankan aset,” tegasnya.
Ditambahkan Imam, beberapa waktu belakangan banyak masyarakat yang menjual emas dibandingkan membeli. Selama empat hari terakhir, emas yang dijual mayoritas berukuran 10 gram.
Di tempat lain, cabang Toko Emas Bulan Purnama di Jalan Zainul Arifin, Kecamatan Klojen mencatat banyak orang yang membeli emas. Bahkan, sampai melakukan inden untuk emas Antam. Setiap hari setidaknya ada emas yang terjual mencapai 50 gram-100 gram. ”Kondisinya tidak tentu, tapi paling laris ukuran 5 gram dan 10 gram,” tutur pegawai Toko Emas Bulan Purnama yang bernama Riza.
Riza menyebutkan, saat ini harga emas di kisaran Rp 1.064 juta per gram. Dia menduga banyak orang yang membeli emas karena isu resesi tahun ini. Maka tak salah jika permintaan emas mulai meningkat. (mel/adn) Editor : Mardi Sampurno