Dari tiga pelaku, satu di antaranya berhasil ditangkap, kemudian di bawa ke Mapolresta Malang Kota. Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Bayu Febrianto Prayoga memaparkan kronologi penangkapan pelaku curanmor. Mulanya, polisi sedang melakukan kringserse di kawasan tersebut. Dalam kegiatan tersebut, polisi mendapati tiga orang yang masing-masing mengendarai sepeda motor. Karena curiga, polisi membuntuti ketiga pelaku. Apalagi salah satu pelaku membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit.
Namun gerak-gerik petugas membuat mereka was-was dan siaga untuk melawan. “Sampai di dekat lokasi, salah satu terduga pelaku melakukan perlawanan dengan cara turun dari sepeda motor, lalu mengeluarkan celuritnya,” ujar Bayu. Belakangan, pelaku yang turun dari motor itu diketahui berinisial PO, 15, warga Wagir, Kabupaten Malang. Mengetahui pelaku hendak melawan, petugas mengeluarkan tembakan peringatan satu kali, sehingga ketiga pelaku lari.
Kemudian polisi mengeluarkan tembakan peringatan kedua dan ketiga, namun pelaku tidak mau menyerah. Akhirnya, polisi menembak kaki kiri pelaku. Berdasar keterangan pelaku saat diinterogasi, PO mengaku hendak mencuri motor di kawasan Gading Kasri. “Tapi saat itu belum dapat. Begitu dikorek lagi, dia (pelaku) sudah tiga kali beraksi di tiga lokasi di Kota Malang,” katanya. ”Kecamatan Sukun satu kali dan dua kali di Kedungkandang,” tambah mantan Kasatreskrim Polres Gresik tersebut.
Sementara itu, Lurah Gading Kasri Rendra Kurnia Wardana membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Memang benar, telah terjadi pengejaran tersebut,” ujar Rendra, kemarin (6/1). Menurut informasi yang dia dengar, pelakunya tiga orang. Salah seorang berhasil ditangkap polisi. ”Ya kalau situasi lingkungan di sini (Gading Kasri) kondusifkondusif saja,” tambahnya. Hal senada juga dibenarkan oleh Ketua RRT 02 RW 01 Gading Kasri, Muhammad Suhud “Saat saya salat malam, terdengar sedikit kegaduhan di sekitar rumah tetapi saya tidak melakukan pengecekan,” katanya. Namun dia baru mengetahui ada aksi kejar-kejaran antara polisi dengan pelaku curanmor setelah beberapa jam kemudian. ”Usai salat subuh, diberi tahu warga lain ada peristiwa itu,” terang pria kelahiran tahun 1970 itu.(iza/biy/dan) Editor : Mardi Sampurno