Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengenal si Mungil Mirip Tupai Terbang

Mardi Sampurno • Selasa, 10 Januari 2023 | 02:20 WIB
KAPAN SELESAINYA?: Kondisi bangunan gedung Balai Uji KIR Kota Batu yang belum selesai. Proyek gedung yang didanai APBD Kota Batu itu menelan anggaran Rp 3,8 miliar.
KAPAN SELESAINYA?: Kondisi bangunan gedung Balai Uji KIR Kota Batu yang belum selesai. Proyek gedung yang didanai APBD Kota Batu itu menelan anggaran Rp 3,8 miliar.
MALANG KOTA - Ada banyak pilihan untuk memelihara hewan. Tak hanya kucing, burung, dan anjing yang sudah lazim dijumpai. Sugar Glider bisa menjadi salah satu pilihan hewan peliharaan. Hewan mungil mirip tupai terbang itu bisa dibilang ramah ketika dipegang. Seperti kemarin pagi (8/1), komunitas Sugar Glider Malang (SGM) membawa hewan mungil tersebut di car free day (CFD). Bahkan sejumlah masyarakat yang berolahraga memilih menepi untuk memegang hewan pemakan segala atau omnivora itu.

Salah satu pengunjung CFD Musdalifa mengaku senang bisa memegang hewan itu.  ”Apalagi dua anak saya jadi tahu tentang hewan ini, mereka juga jadi tidak takut memegangnya,” ungkap Ifa. Perempuan berusia 34 tahun itu sengaja memberikan edukasi ke anaknya agar tidak takut memegang hewan. Apalagi pengawasan dari pemilik menambah rasa aman. Gerak hewan tersebut memang lincah dan dapat melompat ke sana kemari membuatnya semakin banyak digemari terutama oleh anak- anak. Sementara itu, salah satu anggota komunitas SGM Siti Hartiani selalu membawa sugar glider miliknya yang diberi nama Leu.

Dia kerap melepas sugar glider lalu meninggalkannya pergi. Namun Leu terus mengikutinya di tengah banyaknya orang berlalu lalang. ”Dia bisa mengenali tuannya  jadi akan terus mengikutinya,” ungkap wanita yang akrab disapa Anik tersebut.  Setidaknya hewan mungil itu butuh waktu sekitar lima bulan untuk melatih kedekatan dengan hewan kesayangannya tersebut. Anik mulai memelihara sugar glider karena bentuknya yang lucu dan tidak terlalu memakan tempat. Komunitas SGM yang terdiri dari 30 anggota tersebut selain mengedukasi masyarakat juga beberapa kali melepaskan sugar glider ke alam lepas. ”Agar kembali ke habitat aslinya dan tidak punah,” ungkap Anik. (dur/adn) Editor : Mardi Sampurno
#Car Free Day (CFD) #radar malang #Sugar Glider #komunitas Sugar Glider Malang (SGM)