Salah satu pengunjung CFD Musdalifa mengaku senang bisa memegang hewan itu. ”Apalagi dua anak saya jadi tahu tentang hewan ini, mereka juga jadi tidak takut memegangnya,” ungkap Ifa. Perempuan berusia 34 tahun itu sengaja memberikan edukasi ke anaknya agar tidak takut memegang hewan. Apalagi pengawasan dari pemilik menambah rasa aman. Gerak hewan tersebut memang lincah dan dapat melompat ke sana kemari membuatnya semakin banyak digemari terutama oleh anak- anak. Sementara itu, salah satu anggota komunitas SGM Siti Hartiani selalu membawa sugar glider miliknya yang diberi nama Leu.
Dia kerap melepas sugar glider lalu meninggalkannya pergi. Namun Leu terus mengikutinya di tengah banyaknya orang berlalu lalang. ”Dia bisa mengenali tuannya jadi akan terus mengikutinya,” ungkap wanita yang akrab disapa Anik tersebut. Setidaknya hewan mungil itu butuh waktu sekitar lima bulan untuk melatih kedekatan dengan hewan kesayangannya tersebut. Anik mulai memelihara sugar glider karena bentuknya yang lucu dan tidak terlalu memakan tempat. Komunitas SGM yang terdiri dari 30 anggota tersebut selain mengedukasi masyarakat juga beberapa kali melepaskan sugar glider ke alam lepas. ”Agar kembali ke habitat aslinya dan tidak punah,” ungkap Anik. (dur/adn) Editor : Mardi Sampurno