Kemudian Pengabdi Setan 2 menempati posisi kedua dengan 6 juta penonton. ”Sebagai bagian dari ekosistem perfilman nasional, kami berharap bahwa masyarakat Indonesia dapat terus mendukung pertumbuhan film Indonesia dengan menonton film karya anak bangsa di bioskop,” tutur Dewinta.
Menurutnya sepanjang tahun 2022 antusiasme masyarakat untuk menonton bioskop mulai berangsur pulih. Bahkan animo masyarakat di Kota Malang untuk datang kembali ke bioskop mendekati normal. Kursi bioskop yang dulunya kosong karena adanya pembatasan kini bisa diisi penuh. Hal yang sama juga diungkapkan Cinema Manager Cinepolis Malang Town Square (Matos) Muhammad Haris Arrasyd. Dia mengatakan sekitar 60 persen penjualan tiket bioskop selama ini disumbang dari film horor Indonesia. Pada urutan kedua, film Marvel juga mengundang banyak penonton.
Setiap harinya pengunjung bioskop Cinepolis rata- rata sebanyak 100 hingga 800 orang. ”Jumlahnya fluktuatif, kalau pas ada film bagus ya ramai melebihi rata- rata,” kata Haris. Dia menambahkan akhir tahun menjadi waktu yang paling ramai dibanding hari biasanya. Saat libur Natal lalu, penonton yang datang mencapai 1500 hingga 2000 setiap harinya. Naiknya jumlah pengunjung tersebut juga merupakan dampak positif dari pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Suwanto mengatakan, 15 persen pengunjung mal merupakan penonton bioskop. ”Memang tren menunjukkan demikian, karena mal juga beangsur pulih setelah dihantam Covid-19,” ucap Suwanto. Sementara itu, salah satu penggemar film horor di Kota Malang Lailatul Nevia mengatakan, sepanjang tahun 2022 dirinya sudah menonton 9 film horor. Mulai dari KKN Desa Penari, Pengabdi Setan 2, Ivana hingga Teluh. ”Pengabdi Setan 2 yang paling bagus, dari mulai pemeran sampai alur ceritanya,” ungkapnya. (dur/adn) Editor : Mardi Sampurno