Dalam forum konsultasi publik RPD dan rancangan awal RKPD 2024-2026 itu, ada delapan program prioritas Pemkot Malang. Di antaranya pendidikan, kesehatan, ekonomi, keuangan, sosial, teknologi, lingkungan, dan infrastruktur. Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, dalam hal pendidikan pihaknya perlu reformasi metode pendidikan yang disesuaikan de ngan kebijakan merdeka belajar. Dengan demikian, dia tidak mau ada keluhan kekurangan guru lagi.
Selain itu, lanjutnya, kualitas guru juga harus terus ditingkatkan. “Kualitas guru itu ada dua. Yakni kualitas kesejahteraan dan kualitas intelektualnya. Dua-duanya harus sama-sama diperhatikan,” ujar Sutiaji di hadapan para kepala perangkat daerah (PD) yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Sedangkan dalam bidang kesehatan, Sutijai menginginkan agar jaminan kesehatan masyarakat bisa ditingkatkan lagi. Salah satunya melalui Universal Health Coverage (UHC). “Nantinya, kualitas pelayanan kesehatan terpadu juga harus ditingkatkan lagi,” imbuh alumnus UIN Maliki Malang itu.
Untuk bidang ekonomi, dia mendorong agar pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui integrasi pembinaan. “Itu juga bisa mendukung pemulihan ekonomi,” tegasnya. Lebih lanjut, Sutiaji juga meminta agar ada penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Dalam hal keuangan, orang nomor satu di Pemkot Malang itu mendorong adanya digitalisasi yang terintegrasi, baik dalam pengelolaan aset, pajak, dan retribusi. Dia menilai bahwa digitalisasi merupakan jalan satu-satunya untuk mencegah kebocoran. Kemudian dalam bidang sosial, Sutiaji menyampaikan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi perhatian utama. Hal itu diyakini bisa dicapai dengan optimalisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Selanjutnya, dalam hal teknologi, Sutiaji terus mendorong program satu data dan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Sehingga akan meningkatkan efisiensi kerja dan layanan kepada masyarakat. “Yang termasuk juga PR (pekerjaan rumah) kita adalah membuat SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada harus melek teknologi,” tuturnya.
Lalu dalam bidang lingkungan, Sutiaji menyampaikan perhatiannya terhadap pengelolaan sampah dan ketahanan pangan melalui urban farming. “Terakhir, untuk infrastruktur adalah integrasi jaringan drainase dan layanan air bersih yang harus dioptimalkan,” pungkasnya. (dre/dan) Editor : Mardi Sampurno