Pengemudi kendaraan tersebut adalah Hendri Sugeng. Pria kelahiran 1976 tersebut awalnya pergi bersama anggota keluarganya ke sebuah rumah makan di wilayah Klojen. Setelah itu dia berencana untuk pulang ke rumahnya, yang berlokasi di Buring Satelit, Kecamatan Kedungkandang.
Sekitar pukul 16.22, mobil itu melintas di kawasan Polehan. Tiba-tiba hujan turun. Karena perbedaan suhu di luar dan di dalam kendaraan, kaca mobil itu mengembun. Untuk mengatasinya, pemilik mobil mencoba menghidupkan air conditioner.
”Saat itu saya mencium bau bensin. Lalu saya turunkan kaca mobil untuk mengeceknya dan tetap bau bensin, saya pikir bau bensin dari luar,” katanya. Sesaat kemudian ia melihat api berkobar di roda depan sebelah kanan. Hendri melihat hal tersebut dari balik kemudi mobil.
Dia lantas menyuruh kedua putranya dan istrinya untuk keluar mobil dan menyelamatkan diri. Setelah itu dia berusaha memadamkan api di mobil berwarna biru itu dengan air dan bantuan warga sekitar. Untungnya api tersebut bisa dipadamkan.
Petugas Damkar yang datang segera melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada percikan api. Akibat kejadian tersebut, beberapa kabel di bagian dalam kap mesin terlihat terbakar. Beruntung mesin berkubikasi 1.800 cc itu terlihat baik-baik saja. “Kalau kerugiannya belum tau, karena saya juga kurang paham mengenai hal itu,” katanya. (iza/fat) Editor : Mardi Sampurno