Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, ada tiga titik yang menjadi lokasi eksploitasi anak tersebut (selengkapnya baca grafis). Adanya fenomena itu tentu sempat mendapat sorotan dari Pemkot Malang. Tak ayal, pada 2022 lalu terjaring enam anak yang disuruh orang tuanya untuk berdagang. ”Iya, kami temukan demikian. Bahkan alasan keterbatasan ekonomi kerap jadi alasan orang tua mengeksploitasi anaknya,” kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang Penny Indriani saat dikonfirmasi kemarin (20/1).
Namun, beberapa kasus ada pula anak-anak yang ikut-ikutan saja. Sebab, melihat teman-temannya juga melakukan hal yang sama. Itu artinya, kegiatan yang dilakukan anak-anak itu juga tanpa sepengetahuan orang tuanya. Parahnya, Penny menyampaikan ada pula anak-anak yang memang sengaja dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu menyebut ada beberapa titik yang menjadi lokasi langganan anakanak berjualan bakpao. Namun yang paling ba nyak ada di sekitar Pasar Besar, Jalan Besar Ijen, dan Jalan Veteran.
Untuk menekan kasus eksploitasi anak, pihaknya bekerja sama dengan Satpol PP Kota Malang untuk menjaring anak-anak tersebut. ”Tentu ini sebenarnya bisa dikenakan sanksi pidana karena telah merampas hak anak,” ujar Penny. Hanya saja, selama ini pihaknya lebih memilih tindakan-tindakan yang humanis. Dari enam anak yang pernah mereka amankan, seluruhnya dikembalikan kepada orang tua.
”Tentu orang tua kami minta membuat surat pernyataan untuk melakukan lebih meningkatkan pengawasan kepada anak dan tidak lagi memberdayakan mereka untuk hal-hal komersial,” tegasnya. Kepala Satpol PP Kota Malang Heru Mulyono juga menyebut pihaknya selama ini rutin melakukan razia terhadap anak-anak tersebut. Hanya saja setiap operasi pihaknya mengaku tak selalu melakukan pe ngamanan. ”Saya sering memberikan teguran secara lisan dulu. Saya ingatkan ka lau sudah sore waktunya pu lang dan sebagainya,” ujarnya. Berdasarkan beberapa keterangan yang berhasil dia himpun, ada beberapa anak yang memang dimanfaatkan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.
Namun, selama ini pihaknya juga kesulitan untuk mengorek lebih lanjut siapa-siapa orang yang terlibat di dalamnya. Sebab, di anak enggan memberikan keterangan detail. ”Dan seringnya sudah ketakutan duluan,” imbuhnya. Sehingga, hanya kami lakukan pemanggilan orang tua. Selain juga beberapa anak ada yang dilimpahkan ke Dinsos-P3AP2KB Kota Malang untuk dilakukan pembinaan. (dre/adn) Editor : Mardi Sampurno