Di kawasan tersebut, ruang laktasi terkunci, sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh wisatawan yang ingin menyusui buah hatinya. Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Laode KB Al-Fitra mengatakan, Alun-alun Kota Malang berencana diajukan untuk sertifikasi Kota Layak Anak (KLA). Karena itu, ke depan ruang laktasi di lokasi tersebut akan dioptimalkan lagi. ”Nanti akan kami optimalkan kembali penggunaannya,” ujar Fitra kemarin (24/1).
Sepanjang 2022 lalu, capaian ASI eksklusif di Kota Malang mencapai 72,48 persen. Ini berasal dari 9.368 bayi yang diperiksa. Dari jumlah bayi tersebut yang mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 6.824 bayi.
Sedangkan pada 2021 lalu, capaian ASI eksklusif sebesar 77,9 persen. Jumlah tersebut didapat dari 4.618 bayi yang diperiksa, dari total 3.598 bayi yang mendapat ASI eksklusif. ”Baik pada 2021 maupun 2022 lalu, capaian ASI eksklusif sudah melampaui target. Sebenarnya targetnya adalah 45 persen,” jelas Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kota Malang Sri Wahyuni.(mel/dan) Editor : Mardi Sampurno