Di antaranya simpang tiga PLN, simpang empat Radjabally, simpang Jalan Majapahit, dan simpang Jalan Merdeka Utara.
Setidaknya, itulah hasil kajian forum lalu lintas yang diungkap oleh Hendi Bowoputro ST MT. Dia merupakan anggota forum lalu lintas Kota Malang sekaligus pakar transportasi Universitas Brawijaya (UB).
Menurut Hendi, kajian terhadap skema satu arah sudah mempertimbangkan berbagai aspek. “Yang jelas, aspek lalu lintas sudah dipenuhi semua,” ujar dosen Fakultas Teknik (FT) UB itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, pihaknya akan gencar menyosialisasikan skema satu arah Kajoetangan. Dia menduga, beberapa kelompok yang menolak tersebut belum mengetahui secara menyeluruh skema satu arah Kajoetangan.
Sebelumnya, pihaknya sudah merampungkan sosialisasi di tiga kelurahan terdampak, yakni Kauman, Oro-Oro Dowo, dan Kiduldalem. ”Dari hasil sosialisasi, ada beberapa masukan dari warga. Itu nanti akan kami bawa ke dalam rapat dengan forum lalu lintas,” ungkap Widjaja, kemarin.
Sebenarnya, Rabu lalu (25/1) sudah digelar rapat bersama forum lalu lintas. Namun dishub belum bisa memutuskan apa-apa karena tim ahli berhalangan hadir. Atas dasar itu, pihaknya menjadwalkan ulang rapat tersebut. “Setelah ada keputusan rapat tersebut, kami pasti sosialisasi lagi,” kata pejabat eselon II B Pemkot Malang itu. Menurut dia, manajemen rekayasa lalu lintas saat ini menjadi kebutuhan mendesak. (dre/dan) Editor : Mardi Sampurno