”Itu pohon tertua dan tertinggi di wilayah tersebut, Ambruknya sekitar pukul 03.35 WIB,” kata Kepala BPBD Kota Malang Prayitno. Pohon dengan tinggi sekitar 10 meter itu tumbang ke arah selatan, dan sempat menghalangi jalan. Akibatnya, arus lalu lintas menuju Gadang sempat tersendat. Beberapa atap bangunan milik warga juga terimbas. Dari data yang masuk ke BPBD Kota Malang, pohon tersebut menimpa atap sebuah kanopi toko variasi mobil.
Dahannya juga menimpa teras atap rumah di lantai dua. Kanopi tersebut ambruk, tetapi bagian belakang bangunan masih bisa menahannya. Lokasi rumah dan variasi mobil tersebut memang berdekatan dengan pohon trembesi itu. ”Diperkirakan kerugian sekitar Rp 2,3 jutaan,” tambah Prayitno. Pemilik usaha variasi mobil diketahui bernama Abdurahman Wachid. Sementara pemilik rumah bernama Novrianto. Saking besarnya ukuran pohon, petugas gabungan harus diterjunkan untuk melakukan evakuasi.
Selain petugas BPBD, ada pula personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH), polisi dan TNI yang turun ke lokasi. Dua unit mobil crane juga diterjunkan untuk mempermudah evakuasi pohon. Pengalihan arus lalu lintas sempat dilakukan proses evakuasi selesai. Sekitar pukul 10.00, lalu lintas di sana baru bisa normal kembali. (iza/by) Editor : Mardi Sampurno