Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Segel Kursi Taman Ijen Rusak

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 15 Februari 2023 | 19:00 WIB
FASILITAS PUBLIK: Warga duduk bersantai di kursi taman Ijen yang tidak bersegel kemarin (14/2). DLH Kota Malang menduga, segel tersebut sengaja dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.(Darmono/Radar Malang)
FASILITAS PUBLIK: Warga duduk bersantai di kursi taman Ijen yang tidak bersegel kemarin (14/2). DLH Kota Malang menduga, segel tersebut sengaja dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.(Darmono/Radar Malang)
 

MALANG KOTA – Penyegelan kursi taman Ijen tak berlangsung lama. Usia segel bambu itu cuma sepekan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mendapati banyak kursi yang segel-nya sudah dibongkar paksa.

Pengerukan segel tersebut diduga dilakukan oleh warga yang ingin duduk di kursi taman Ijen tersebut.

Seperti diberitakan, Jumat lalu (3/2) DLH Kota Malang menyegel semua kursi taman di Jalan Ijen.

Hal itu untuk meminimalkan maraknya muda-mudi yang melakukan tindak asusila di kursi taman Ijen.

Rencananya, penyegelan berlangsung hingga DLH mempunyai solusi untuk menanggulangi tindak asusila di kursi taman Ijen.
Baca Juga : DLH Punya Rencana Cabut Seluruh Bangku Ijen, Ini Penjelasannya.

Kabid Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang Laode KB Al Fitra tak menampiknya. Kemungkinan besar pelaku pembongkaran segel tersebut adalah masyarakat.

Meski begitu, pihaknya akan memasang lagi kayu pembatas. Tujuannya agar kursi taman tersebut tidak diduduki untuk sementara waktu.

"Paling lambat besok (hari ini, 15/2) akan kami pasang segel lagi. Pemasangan ini dilakukan sampai kajian rampung," tutur Laode, 14 Februari 2023.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Malang Noer Rahman Wijaya menerangkan, kajian yang dilakukan diperkirakan rampung pekan depan.

Dari hasil itu, lanjutnya, akan diketahui bagaimana nasib kursi taman Ijen ke depan. Apakah akan dibongkar permanen atau dilakukan beberapa perubahan saja.

Perubahan yang dimaksud adalah penambahan CCTV, penambahan penerangan, dan pembentukan polisi taman. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



"Kami masih menimang semua saran dari dewan maupun masyarakat. Hasil kajian bisa keluar pekan ini atau mungkin maksimal pekan depan," tutur Rahman.

Dia menekankan, opsi pembongkaran kursi ini tak hanya disebabkan oleh tindakan asusila. Namun dia menerima keluhan dari warga di sekitar kawasan tersebut.

"Belum banyak masyarakat yang mengerti, bahwa warga di Jalan Ijen mengeluh lantaran semakin ramai yang menggunakan kursi di wilayah itu,” katanya.

”Kejadian asusila ini hanya klimaksnya," tambahnya.

Rahman menerangkan, warga mengeluh karena ada pergeseran fungsi kursi di sekitar jalan Ijen.

Mulanya kursi tersebut hanya untuk beristirahat sejenak, tetapi malah dibuat nongkrong atau ajang kumpul komunitas.
Baca Juga : Bangku di Jalan Ijen Malang Jadi Tempat Mesum, Ini Solusi dari Dewan.

"Di hari-hari tertentu, khususnya akhir pekan, warga mengeluh karena sangat ramai. Apalagi kalau ada yang memakai knalpot brong, sehingga ini meresahkan," terangnya.

Jika nanti harus dilakukan pembongkaran, Rahman mengaku siap menerima kritik dari masyarakat.

"Intinya, setiap kebijakan ada pro dan kontra. Kami siap menerima konsekuensi, apa pun yang diputuskan nanti. Yang penting pengkajiannya benar dan bermanfaat bagi warga Kota Malang," tandasnya. (adk/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
##beritamalang #radarmalang ##jawaposradarmalang ##malangkota #pemkotmalang ##mediaonlinemalang #kotamalang ##beritamalanghariini #kursi