MALANG KOTA – Setelah pandemi berlalu dan status PPKM dicabut, wisata kampung tematik Kota Malang siaga untuk bangkit.
Salah satu upaya yang dilakukan waktu dekat adalah menggelar Pesta Kampung Tematik, Maret depan.
Pesta Kampung Tematik merupakan kependekan Penampilan Spektakuler Anak Kampung Tematik. Kegiatan tersebut berorientasi untuk mencari bibit unggul di kampung tematik.
Mulai menggali talenta, mencari ahli-ahli, kreativitas, dan identitas anak-anak dari kampung tematik. Pesta Kampung Tematik berkolaborasi dengan 23 kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Selain itu, ada pula Paguyuban Kakang Mbakyu (Pakandayu) Kota Malang. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Malang Baihaqi mengamini.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan lurah dan pokdarwis. Dia mengatakan, pesta kampung tematik digelar untuk untuk menyambut HUT ke-109 Kota Malang.
Baca Juga : Pesta Kampung Tematik Kota Malang Digelar Maret.
"Pesta Kampung Tematik dikemas dalam berbagai rangkaian kegiatan. Mulai pentas budaya hingga pameran produk unggulan," ujar Baihaqi kepada Jawa Pos Radar Malang.
Dia berharap kegiatan ini bisa semakin meningkatkan jumlah kunjungan ke kampung tematik. Sebab, kampung tematik juga merupakan destinasi wisata harus dikelola dengan baik.
Baihaqi menambahkan, berbagai upaya disusun untuk menguatkan kampung tematik.
"Misalnya, ketika ada rombongan wisatawan yang pergi ke Kampung Warna-Warni. Kami edukasi pengelola agar menyuguhkan penampilan terbaik,” kata dia.
Penguatan kampung tematik juga dilakukan melalui penyediaan fasilitas. Jika diperlukan, Baihaqi mengaku siap memberikan fasilitas.
”Tentu saja harus dilakukan komunikasi terlebih dahulu," tandas pejabat eselon II B Pemkot Malang itu. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Terpisah, Ketua Pokdarwis Kampung Warna-Warni Jodipan Parin mengungkapkan, tahun ini pihaknya ingin fokus melakukan perbaikan di internal kampung.
Seperti memperbaiki lapangan, spot foto, hingga menambah gambar berupa cerita Kerajaan Majapahit.
"Supaya wisatawan semakin tertarik datang ke sini. Jadi, kami ingin fokus di dalam kampung terlebih dahulu," katanya.
Parin menyebut, pada 2023 ini jumlah kunjungan mulai menunjukkan tren positif. Setiap hari dikunjungi sekitar 60-70 wisatawan.
Sementara di akhir pekan sekitar 100 wisatawan per hari. ”Kalau ditotal, satu bulan mungkin bisa 4.000 pengunjung," tambahnya.(mel/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana