Ketua Pokdarwis Kampung Tematik Kota Malang Isa Wahyudi mengatakan, wisatawan mancanegara (wisman) yang sering mengunjungi kampung-kampung tematik tersebut didominasi dari Malaysia, Thailand, Eropa, Amerika, hingga Australia. Biasanya, datang berkelompok. "Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi, itu rata-rata dikunjungi 50 wisatawan mancanegara per hari," ujarnya kemarin.
Pria yang akrab disapa Ki Demang itu menerangkan, kampung tematik tak hanya menggaet turis mancanegara dengan keunikannya. Namun edukasi kebudayaan juga disuguhkan kepada wisatawan asing.
"Seperti Glintung Water Street, di sana pengunjung di-edukasi ketahanan pangan dan lingkungan. Kemudian di Kampung Keramik Dinoyo, puluhan anak belajar membuat keramik. Dan di Kampung Heritage Kajoetangan, pengunjung diajak melihat rumah-rumah lawas di dalam kampung," bebernya.
Kemudian di Kampung Budaya Polowijen (KBP), lanjutnya, wisatawan disambut dengan beragam seni kebudayaan. Mulai tari topeng, pameran topeng batik, hingga mainan tradisional khas Malang. "Selain itu. juga menikmati makanan khas seperti wedang uwuh, dawet, camilan pala pendem, dan nasi berkat. Pengunjung juga diajak napak tilas situs Ken Dedes,” beber pria yang juga penggagas KBP itu. (adk/dan) Editor : Mahmudan