Hingga akhir Februari lalu, dua dealer motor listrik di Malang mengaku penjualannya tidak moncer seperti tahun lalu.
Kepala Toko Selis Center Malang Rahmad Wijaya mengatakan, penjualan motor listrik di tokonya menurun setelah Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selama Desember 2022 lalu, penjualan motor listrik mencapai 30 unit.
Sedangkan Januari-Februari lalu penjualannya hanya 40-65 persen. Yakni 10 unit pada Januari dan 18 unit pada Februari lalu.
”Penurunan terjadi karena daya beli masyarakat pada awal tahun memang menurun,” ujar Rahmad kemarin.
|Baca Juga :
Penjualan Sepeda Motor Listrik Melejit
Selain itu, lanjutnya, tren kendaraan listrik terutama motor listrik juga menurun. “Itu efek ketidakpastian dari subsidi motor listrik,” kata Rahmad.
Menurutnya, ketidakpastian tersebut membuat konsumen menunda pembelian hingga subsidi dipastikan. (Bersambung di halaman selanjutnya)
Rencana subsidi kendaraan listrik belum dipastikan oleh pemerintah hingga kemarin (1 /3). Pembelian motor listrik digadang-gadang akan mendapatkan subsidi Rp 7 juta. Namun hingga awal Maret ini masih belum juga disahkan.
Sementara itu, penjualan motor listrik di Mitra Sejati E-Bike juga stagnan di angka 100 unit setiap bulannya. S
tore Manager Mitra Sejati E-Bike Robby Irawan mengatakan, pihaknya sempat optimistis bahwa penjualan akan meningkat 2 kali lipat pada tahun ini.
|Baca Juga :
Launching Motor Listrik Meriahkan Rangkaian Dies Natalis Unmer Ke- 58
”Melihat penjualan pada tahun lalu yang terus mengalami peningkatan, seharusnya tahun ini lebih baik lagi,” terangnya.
Menurut Robby tidak meningkatnya penjualan motor listrik disebabkan oleh wacana subsidi motor listrik yang belum ada kejelasan.
Selain itu, dia mengatakan, belum banyak perusahaan finance yang memberikan kredit untuk motor listrik. Hal itu turut menghambat pemasaran motor listrik. “Saat ini di Kota Malang hanya ada satu finance saja yang memberikan kredit.” tutupnya. (dur/dan) Editor : Mahmudan