MALANG KOTA – Setelah pandemi Covid-19 berakhir, realisasi pendapatan sektor pajak hiburan meningkat drastis.
Dalam dua bulan terakhir saja, Januari-Februari lalu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang berhasil mengumpulkan Rp 1,9 miliar dari pajak hiburan.
Badan Bapenda Kota Malang Handi Priyanto mengatakan, jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 150 persen dibanding periode yang sama pada 2022 lalu.
Sepanjang 2023 ini, pihaknya menargetkan Rp 65 miliar dari sektor pajak hiburan. Target tersebut meningkat lima kali lipat dibanding tahun 2022, yakni Rp 12 miliar.
Kenaikan target berlipat-lipat mengacu pada kondisi riil di lapangan. "Karena tahun ini pembatasan Covid-19 sudah dilonggarkan. Jadi pasti akan lebih banyak event digelar,” ujar Handi kemarin.
Untuk lebih mendongkrak pendapatan pajak hiburan, kata Handi, dibutuhkan kolaborasi antar PD (Perangkat Daerah) di Pemkot Malang.
Baca Juga : Hari Pertama Proliga di Malang, 4.200 Tiket Sold-Out.
Kolaborasi tersebut difokuskan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan menjaga stabilitas keamanan.
Jika keduanya terwujud, maka dia optimistis bahwa Kota Malang akan dipercaya sebagai kota tempat penyelenggaraan event-event.
Contohnya, event Proliga yang digelar di GOR Ken Arok, Kedungkandang beberapa waktu lalu.
Handi mengatakan, pendapatan pajak dari event tersebut mencapai Rp 142 juta dalam tiga hari. Untuk itu, lanjutnya, perbaikan-perbaikan pada sarana hiburan sangat diperlukan.
Selain event besar, Handi mengatakan, tempat permainan seperti time zone juga berpotensi menyumbang pajak hiburan.
”Semakin banyak event besar di Kota Malang, semakin besar juga pendapatan pajaknya," tutup Handi. (dur/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana