Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pakar Pertanian: Perlu Adopsi Teknologi Pertanian Modern

Aditya Novrian • Senin, 6 Maret 2023 | 19:00 WIB
Para pelajar berjalan di area persawahan. (istimewa)
Para pelajar berjalan di area persawahan. (istimewa)
MALANG KOTA - Menyusutnya lahan sawah bukan berarti harapan petani yang masih ingin bertani pupus.

Dekan Fakultas Pertanian (FP) Universitas Brawijaya (UB) Prof Mangku Purnomo SP MSi PhD menyebut kondisi penyusutan lahan tidak hanya terjadi di Kota Malang. Tapi juga terjadi di daerah lainnya yang merupakan basis pertanian.

Pria yang akrab disapa Mangku itu mengatakan, padahal keberadaan pertanian sangat penting. Selain sebagai penyedia pangan juga sebagai resapan sekaligus pemenuhan kebutuhan oksigen.

”Secara umum jika hanya mengandalkan pertanian pangan seperti beras saat ini maka pertanian Kota Malang akan punah.

|Baca Juga :

Subsidi Teknologi

Sebab, nilai tambahnya lebih kecil dibandingkan properti,” terang Mangku.

Untuk mengatasi lahan pertanian yang kian menyusut, lanjut Mangku, petani perlu mengubah tujuan pertanian.

Dari yang semula padi bergerak perlahan mengarah ke agriculture technology atau teknologi pertanian modern. Yakni teknik mengenai bagaimana komoditas yang dipilih memiliki nilai tinggi.

Di samping itu, komoditas harus eksotik dan popular. Dengan demikian, bisa dipadukan atau dikembangkan menjadi wisata minat khusus.

Dia memberi contoh, ada sejumlah tanaman yang bisa ditanam menggunakan agriculture technology.

Tanaman tersebut bersifat fungsional food seperti sayur organik, tanaman obat, rempah-rempah, dan atsiri.

|Baca Juga :

RI-Jepang Sepakati Kerja Sama SDM, Teknologi Digital, dan Industri Hijau

”Kemudian juga berbagai tanaman hias dan ornament, termasuk anggrek. Kalau pertanian yang tersisa bergeser ke sana maka nilai ekonomi menjadi semakin tinggi,” jelasnya.

Mangku menyebutkan, fungsional food tidak selalu bisa ditanam di lingkungan rumah. Namun, juga lahan-lahan pertanian seperti lahan sawah yang tersisa di kawasan Sudimoro dan sekitarnya.

”Kalau di lingkungan rumah lebih ke gardening saja, bukan urban farming,” tandas Mangku. (mel/adn) Editor : Aditya Novrian
#FP UB #Pertanian #pakar pertanian #Sawah #Info malang #Kota Malang #menyusut