MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana membangun makam yang tak biasa. Namanya Tempat Pemakaman Umum (TPU) modern.
Lokasinya kemungkinan di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru. Jika proyek ini terwujud, diharapkan bisa menjadi solusi atas minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Juga solusi atas keterbatasan lahan makam di Kota Malang. Makam modern ini juga didesain tidak seram lazimnya makam-makam pada umumnya.
”Rencananya akan dibangun pada 2024 depan,” ujar Kepala UPT Pengelolaan Pemakaman Umum (PPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Subaedi kemarin (6/4).
Subaedi mengatakan, TPU modern ini terinspirasi dari makam Keputih di Surabaya. Tujuannya agar TPU terlihat rapi.
Selain itu, juga dinilai lebih memudahkan para peziarah sekaligus menghemat lahan.
Baca Juga : Makam 10 Ribu Orang di Malang Terancam Hilang.
Nantinya, makam modern ini tidak boleh dikijing, yakni penutup makam yang menyatu dengan batu nisan.
”Kami memang terinspirasi dari TPU Keputih tanpa kijing. Jadi, makamnya rapi,” terang Subaedi.
Dia menambahkan, lahan yang akan digunakan untuk pemakaman tersebut merupakan tanah bengkok milik Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru.
Dari tanah bengkok seluas 3.000 meter persegi tersebut, hanya akan dibangun sekitar 1.000 meter persegi.
Subaedi juga menceritakan awal mula munculnya ide membangun makam modern di Merjosari.
”Ketika pak wali (Wali Kota Sutiaji) blusukan, menerima keluhan dari masyarakat karena TPU di Merjosari sudah penuh. Lalu ada yang mengusulkan makam baru pakai tanah bengkok. Akhirnya disetujui," tuturnya.
Terkait progres pembangunannya, Subaedi mengaku sudah mengantongi izin dari 5 Rukun Warga (RW) di Kelurahan Merjosari.
Proyek ini tinggal menunggu lampu hijau dari Wali Kota Malang untuk segera dieksekusi. “Sekarang tinggal menunggu eksekusi,” kata dia. (adk/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana