Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Prayitno mengatakan, hingga pukul 18.45, tercatat ada 12 titik banjir yang terdeteksi. Tersebar di empat kecamatan. Di Kecamatan Klojen di antaranya Kelurahan Bareng, Kasih, Kauman dan Jalan Tangkuban Perahu.
Kemudian di Kecamatan Kedungkandang tersebar di Jalan Kerinci, Jalan Danau Toba dan Jalan Maninjau Raya. Sedangkan, di Kecamatan Lowokwaru hanya satu titik yakni Jalan Bukirsari.
”Titik banjir di Kecamatan Sukun terdapat di Jalan Bandulan, Janti dan Kolonel Sugiono," jelas Prayitno.
Seperti dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, ruas Jalan Danau Toba terendam air setinggi 30 sentimeter. Kendaraan roda dua yang melintas terpaksa mendekati median jalan agar tidak terendam. Itu karena ruas jalan yang tidak rata. Di sisi kiri agak rendah, sehingga air menggenang pada sisi tersebut. Sedangkan ruas jalan dekat median lebih tinggi.
Salah satu warga Hendi mengatakan, genangan air di wilayahnya seolah menjadi hal yang biasa sejak tahun 2019.
”Hari ini (kemarin) masih belum parah. Tidak seperti sebelumnya," katanya.
Menurutnya, ketinggian air yang paling parah bahkan sampai lutut orang dewasa. Atau sekitar 50 sentimeter.
”Setiap banjir banyak kendaraan mogok, kasihan yang roda dua juga harus memutar," tutur Hendi. (adk/adn) Editor : Aditya Novrian