MALANG KOTA – Belum semua jalan di Kota Malang layak dilintasi kendaraan. Sebagian masih berupa jalan tanah. Padahal, jalan-jalan tersebut bisa menjadi akses untuk membantu mengurai kemacetan. Tahun ini, Pemkot Malang dijadwalkan memperbaiki empat ruas jalan yang kondisinya masih seperti itu.
Salah satu ruas yang akan diperbaiki adalah Jalan Tembus Lesanpuro Gang 12. Jalan tersebut terhubung dengan Jalan Baran Tempuran, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang. Pantauan koran ini kemarin (12/5), kondisi jalan tersebut memang sangat jelek. Apalagi hujan baru saja turun, permukaan jalan menjadi sangat licin. Pengendara motor yang melintas bahkan harus turun dan mengurangi kecepatan agar tidak terpeleset.
Seorang warga bernama Kendi Andiyanto yang kebetulan melintas mengatakan, Jalan Tembus Lesanpuro Gang 12 memang belum tersentuh perbaikan. Padahal jalan itu banyak dimanfaatkan oleh pengendara roda dua. Dibanding memutar melalui jalan aspal, selisih waktunya lebih cepat lima menit.
”Untungnya akhir tahun lalu di sini sudah diberi penerangan. Kurang lebih sekarang ada 10 unit PJU. Sebelumnya gelap dan kondisi jalannya licin,” ungkap Kendi.
Tak hanya menjadi jalur tikus, jalan tersebut juga menghubungkan Kota Malang dengan Kabupaten Malang. Selain itu, banyak pelajar yang melintas karena dekat dengan instansi pendidikan. Salah satunya SMK Negeri 9 Kota Malang.
Menanggapi keluhan itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Surya Adhi Nugraha menyebut Jalan Tembus Lesanpuro merupakan prioritas pemkot tahun ini. Ada pula ruas lain, yakni Jalan Joyosuko Agung (Merjosari), Jalan Setapak hingga Jalan Gunung Agung, dan jalan di Karangbesuki. Untuk empat ruas jalan itu, pemkot menyediakan anggaran sekitar Rp 15 miliar. Bulan ini, lelang akan dilakukan.
Setiap jalan, kata Surya, memiliki panjang yang berbeda-beda. Untuk jalan yang ada di Karangbesuki, panjangnya sekitar 200 meter. Sementara jalan lainnya sekitar 1 km. Penanganannya pun berbeda. Ada yang diaspal, ada juga yang dicor. ”Jalan Tembus Lesanpuro sebenarnya akan diaspal. Namun, karena di sana kawasan rimbun, jadi kemungkinan dicor,” terang Surya.
Tahun depan pihaknya juga berencana membuat akses baru dari Wonokoyo ke Jalan Mayjen Sungkono. Itu atas permintaan warga yang menghibahkan sebagian tanah miliknya, tetapi sisanya masih harus dibebaskan. ”Biasanya kalau ke Wonokoyo masuknya melalui GOR Ken Arok. Akan kami lakukan studi kelayakan dan pembebasan tanah lebih dulu,” tandas pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut. (mel/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana