Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Disporapar Kota Malang Wahyu Setiawan mengatakan, masih ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. agar fasilitas olahraga tersebut dapat segera digunakan.
”Saat ini yang memakai masih terbatas karena menunggu FHO Juni mendatang. Jadi setelah direnovasi, masih harus ada pemeliharaan dulu," jelas Wahyu, kemarin.
Sebagai informasi, pengerjaan renovasi lapangan luar Stadion Gajayana itu dimulai sejak Februari lalu. Perubahan fasilitas yang dulunya merupakan lapangan sepak bola kini menjadi lapangan mini soccer. Artinya lapangan yang dulu hanya satu kini terbagi menjadi dua lapangan kecil.
Cara itu dilakukan disporapar demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Ketika masih berupa lapangan sepak bola, kebanyakan penyewa hanya bisa menggunakan sore hari. Dengan diubah menjadi mini soccer dan ditambah lampu penerangan. Masyarakat nantinya bisa memakai hingga malam hari.
”Untuk target pendapatannya berapa masih kami akan hitung ulang," kata Wahyu.
Meski belum diperkirakan estimasi pendapatan dari mini soccer, Wahyu optimistis dengan adanya revitalisasi ini, target PAD dari disporapar mampu dipenuhi. Di mana pada tahun 2023 ini ditargetkan meraup Rp 450 juta.
”Semoga bisa lebih dari itu," pungkas pejabat eselon III B Pemkot Malang itu. (adk/adn) Editor : Aditya Novrian