MALANG KOTA – Ada yang tak biasa ketika Malang City Tour (Macito) mengelilingi jalanan di Kota Malang kemarin (21/5). Bus wisata milik Pemkot Malang itu berpenumpang anak jalanan (anjal) dan anak dari rumah susun sederhana sewa (rusunawa).
Program mengajak anjal dan anak rusun ini hasil kolaborasi Laskar Belajar dengan Komunitas Anak Bangsa. Start dari Balai Kota Malang di Jalan Tugu, sekitar 80 anak itu kemudian menuju Alun-alun Merdeka, kawasan Kajoetangan Heritage, Jalan Ijen, Oro-Oro Dowo, hingga kembali lagi ke balai kota.
Sepanjang perjalanan, bocah-bocah itu bercanda gurau dan meminta sopir membunyikan bel. ”Pak, telolet pak,” pinta para bocah itu. Si sopir kemudian membunyikan belnya. Puluhan anjal itu tampak gembira.
Salah satu bocah, Muhammad Ibnu Aqil mengaku senang bisa naik Macito. ”Saya pertama kali naik bus ini. Saya senang sekali,” kata anak kelas dua SD itu.
Pendiri Komunitas Laskar Belajar Vina Desya mengatakan, acara tersebut dibuat secara mendadak. Dia ingin memberi sesuatu yang berbeda dari tahun lalu kepada anak ajarnya. ”Setelah diskusi dengan adik-adik, tahun ini mereka ingin naik Macito,” kata dia.
Setelah itu, dia mengajukan kerja sama dengan komunitas anak bangsa. Kemudian mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. ”Kemudian kami ditawari bahwa anak-anak diizinkan naik Macito,” tambahnya. Terdapat empat armada yang digunakan untuk mengangkut anjal yang menghuni Rusunawa Buring.
Sementara itu, Ketua Komunitas Anak Bangsa Yuning Kartika Sari mengungkapkan, dia bahagia bisa membantu anak-anak naik Macito. “Saya senang. Walau hanya sebagian yang bisa merasakannya (naik Macito). Mereka ini dari anak kampung pemulung dan anak jalanan di rusanawa Buring,” kata perempuan yang akrab disapa Yuyun itu.
Dia menambahkan, program komunitas anak bangsa adalah memberikan motivasi kepada anak-anak kurang mampu agar mau mengenyam pendidikan. ”Dengan kondisi dasar orang tua dan lingkungan yang berbeda-beda, kami berharap mereka tidak putus sekolah,” tegas Yuyun.(pri/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana