Seperti Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Handi Priyanto yang mengenakan pakaian adat Lampung. Kemudian Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Dandung Julhardjanto mengenakan pakaian adat Bali. Serta ada Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Widjaja Saleh Putra mengenakan pakaian khas Dayak.
Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji bersama Ketua TP-PKK Kota Malang Widayati Sutiaji kompak mengenakan busana adat Jawa.
”Inilah Malang sebagai miniatur Indonesia, peringatan Hari Lahir Pancasila jadi ajang pemersatu keberagaman,” kata Sutiaji.
Tak hanya cukup sampai di situ. Para kepala PD ini juga melakukan catwalk di halaman balai kota bersama pasangan masing-masing. Mereka berjalan sekitar kurang lebih 50 meter.
Sementara itu, terkait peringatan Hari Lahir Pancasila, Sutiaji menyampaikan, nilai Pancasila harus menjadi fondasi yang melekat dalam diri setiap individu. Bukan hanya ucapan, tetapi juga tercermin dalam tindakan dan perilaku sehari-hari.
Menurutnya, Pancasila bukanlah milik satu kelompok atau golongan, tetapi merupakan milik seluruh bangsa Indonesia.
”Pancasila adalah jiwa kita sebagai bangsa. Saya ingin mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, untuk merenungkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila,” tegas orang nomor satu di Pemkot Malang itu.
Sutiaji juga berpesan untuk masyarakat tetap menjaga kerukunan antarsuku maupun beragama. Sebab kini isu radikalisme mengancam di tengah-tengah masyarakat. (adk/adn) Editor : Aditya Novrian